KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, meminta Presiden Prabowo Subianto lakukan evaluasi terkait mekanisme program makanan bergizi (MBG), bagi siswa sekolah se-Indonesia, khususnya Maluku.
“Programnya bagus. Hanya saja, implementasinya buruk. Saya sarankan, Pak Presiden Prabowo harus tinjau ulang program MBG dari aspek penyalurannya,” kata politisi PDI Perjuangan Maluku, ini.
Selain itu, BGW juga menyatakan, evaluasi menyeluruh harus dilakukan. Pertama, kata dia, tentang Badan Gizi Nasional (BGN). “Tim BGN ini, tidak berguna sejak dulu. Ini juga yang selalu jadi penghambat. Jadi Pak Presiden harus mengaqmbil Langkah revolusioner terkait dengan masalah ini,” saran dia.
Paling tidak, lanjut dia, makanan yang disajikan harus penuhi unsur empat sehat dan lima sempurna biar generasi mendatang jadi generasi cerdas dan hebat.
ORANG TUA KELOLA
Selain itu, Watubun juga memberikan saran agar anggaran MBG sebaiknya dikelola oleh orang tua siswa. Dengan begitu, kata dia, semua peristiwa keracunan akibat menyantap MBG, dapat dihindari.
Sebagaimana diketahui, tiga daerah di Maluku, yakni: Kabupaten Maluku Barat daya, Kota Tual dan Kota Ambon, sejumlah siswa keracunan dan dilarikan ke RSU, setempat, setalah menyantap MBG di sekolah.
Atas insiden tersebut, kata Benhur, baiknya anggaran MBG dikasi dan dikelola oleh orang tua siswa. “Nanti orang tua menyidiakan makanan. Dan, makanan bisa dikontrol pihak sekolah, dan dinas-dinas di daerah masing-masing,” tambahnya.
Dikatakan, MBG yang dikelola oleh orang tua, tidak akan berdampak pada keracunana ataupun ada belatung pada makanan yang disajikan. “Makanan yang disajikan pun dipastikan aman dengan standar gizi yang baik,” papar BGW.
Bahkan, dia menambahkan, bila dikelola pihak ketiga seperti saat ini, potensi keracunan dan lain-lain, memungkin akan terjadi di MBG itu. “Faktor lalai dan sengaja bisa berpotensi terjadi dan dampaknya anak-anak sekolah yang menyantap MBG itu,” tutup dia. (KT)


























