Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Pendidikan

Guru Daerah 3T di Maluku Dilatih Kecakapan Digital

badge-check


					Guru Daerah 3T di Maluku Dilatih Kecakapan Digital Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku melatih kecakapan digital para guru di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) sebagai upaya membantu pemerintah dalam pemerataan pendidikan.

“Universitas Pattimura berkomitmen penuh untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk di wilayah 3T. Pelatihan kecakapan digital bagi guru ini adalah bagian dari kontribusi nyata Unpatti dalam mendukung pemerataan pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Maluku,” kata Rektor Unpatti Prof Freddy Leiwakabessy di Ambon, Senin.

Menurut dia dengan mengikuti program ini para guru dapat mentransfer pengetahuan digital kepada para siswa sehingga pembelajaran di daerah terpencil tidak tertinggal dari wilayah lain di Indonesia.

“Tim memulai pelatihan dengan ini dengan mendatangi wilayah terpencil Provinsi Maluku melalui Augmented Reality (AR) di SD Negeri 1 Waelata, Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru,” tuturnya.

Inisiatif ini menitikberatkan pada pelatihan pembuatan media ajar berbasis AR yang kontekstual dengan budaya lokal serta penguatan manajemen pembelajaran digital melalui Learning Management System (LMS) yang ramah terhadap kondisi jaringan sekolah di wilayah 3T.

Ia mengatakan, para pendidik mengikuti tahapan sosialisasi dan baseline assessment, lokakarya intensif pembuatan konten AR tematik untuk mata pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa, disertai perencanaan pembelajaran, penyusunan rubrik, serta strategi asesmen digital.

Ketua Tim Pelatihan Paul Arjanto mengatakan target program bukan sekadar memperkenalkan teknologi, melainkan menormalkan praktik pengajaran berbasis digital yang relevan dengan konteks kepulauan.

“Oleh karena itu desain AR dan LMS diarahkan tetap ringan, terukur, dan berkelanjutan karena relevan dengan konteks kepulauan,” ujarnya.

Sementara Kepala SD Negeri 1 Waelata, Jayus, menyampaikan para guru kini telah mampu merancang media AR yang interaktif dan kontekstual serta menggunakannya secara konsisten di kelas.

“Mereka juga mulai mandiri mengelola pembelajaran berbasis LMS yang dilengkapi dengan fitur monitoring, asesmen digital, hingga pembelajaran kolaboratif,” tuturnya. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Unpatti Gandeng Perusahaan Belanda Studi Pengelolaan Sampah di Maluku

25 Februari 2026 - 22:44 WIT

6.000 Mahasiswa Unpatti Ambon Terima Beasiswa KIP Kuliah

24 Februari 2026 - 02:10 WIT

Unpatti Sediakan 7.026 Kursi Untuk Mahasiswa Baru 2026

21 Februari 2026 - 01:52 WIT

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Trending di Utama