KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Batu berukuran besar, di Negeri Effa, Kecamatan Watubela Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengancam warga disana, menyusul tanah bergerak yang disertai suara gemuruh, yang terjadi, pada, Jumat, 11 July 2025.
Insiden tanah bergerak yang disertai suarah gemuruh, memicu batu besar yangberada pada ketigian daerah itu, bergerak mendekati perkampungan warga. Warga panik, dan berlalari mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Sebelum insiden tanah bergerak, warga Effa, kerap diliputi pelbagai bencana. Itu sebabnya, mereka hidup dalam “letakutan” saban hari. Bagaimana tidak. Bencana tanah longsor yang terjadi disana telah merusak lahan pertanian dan merobohkan tanaman cengkih, pala dan kenari ratusan pohon.
“Saat ini, yang ditakuti warga adalah batu besar yang mulai bergerak mendekati perkampungan,” ungkap warga disana kepada wartawan. Menurut mereka, batu besar itu, berukuran seperti sebuah rumah.
“Batu besar yang terus bergerak mendekati perkampungan itu, hanya berjarak sekitar 200 meter. Ini benar-benar ancaman besar bagi warga, bila tidak segera diantisipasi oleh Pemerintah Daerah,” sebutnya.
Warga juga mengaku, bencana berulang yang kerap terjadi ini telah merenggut mata pencaharian warga. Kebun-kebun yang menjadi andalan ekonomi kini tertimbun tanah, sementara ancaman longsor semakin nyata.
Ironisnya, sampai dengan saat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah setempat untuk melakukan tindakan antisipasi menyelamatkan warga dari ancaman tersebut.
“Kami berharap Pemprov Maluku, Pemda SBT, DPRD Maluku dapil SBT segera meninjau lokasi kejadian atau setidaknya memberikan solusi jangka panjang. Tidak bisa terus begini, warga dalam ketakutan,” pintah warga.
Saat ini warga Effa tengah mengungsi dengan membangun tenda apa adanya, menunggu kepastian. “Kami berharap pemerintah tidak tinggal diam dan melakukan tindakan nyata selamatkan warga Effa dari ancaman ini,” pintah warga lainnya. (KT)