KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Walikota, Bodewin Wattimena menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terhadap transparansi dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K.
Penegasan ini disampaikan Walikota dalam arahannya pada apel pagi bersama jajaran ASN Pemkot Ambon, di ruang ULA, Balai Kota, Senin (7/7).
Ungkap dia, hasil seleksi P3K telah diumumkan beberapa hari lalu, merupakan keputusan penuh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Pemerintah Kota Ambon lanjut Walikota, hanya bertugas memfasilitasi proses administrasi melalui Panitia Seleksi Daerah (Panselda).
“Saya mau sampaikan di sini bahwa P3K yang lulus merupakan penetapan dari panitia seleksi pusat. Supaya kita mengerti dan memahami sehingga tidak ada yang memikirkan bahwa ada permainan di Pemkot dan lain-lain,” ingatnya.
Menurutnya seluruh peserta yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama dalam seleksi terbuka yang telah dilakukan.
“Saya kira kita cukup transparan hari ini. Semua kebijakan yang kita lakukan, kita sampaikan ke publik supaya tidak ada yang menuduh bahwa tidak transparan atau tidak jujur,” tambahnya.
Pihaknya juga memberikan perhatian khusus bagi peserta yang belum lulus dalam seleksi P3K tahap dua sehingga akan mengkaji kembali dan kemungkinan besar yang tidak lolos akan diangkat menjadi P3k paruh waktu.
Selain itu, orang nomor satu di ibu kota Provinsi Maluku itu, juga menyoroti keluhan para guru PPG terkait perubahan kuota yang dinilai membingungkan.
“Ada satu hal yang menjadi keluhan dari guru PPG. Mereka bertanya di media sosial bahwa sebelumnya mereka memiliki 61 kuota, tetapi kemudian kuota itu menjadi nol. Saya minta Kepala BKPSDM dan Kepala Dinas Pendidikan untuk menjelaskan secara terbuka kepada media,”pinta Walikota mengakhiri arahannya. (KTL)



























