KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Omongan tidak enak oknum TNI AL. Kalau ada yang melawan, injak dan pukul nanti beta tanggung jawab.
Sejumlah Buruh Pikul di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku, terlibat ricuh bersama LO TNI-AL di Pelabuhan, saan KM Labobar, merapat dipelabuhan itu, Sabtu, 5 July 2025.
Pemicu “ricuh” itu, lantaran hanya ada satu jalur naik turun penumpang bersama buruh pikul. “Pemicu, LO TNI AL, hanya buat satu jalur, naik turun penumpang maupun buruh pikul,” ungkap sejumlah Buruh Pikul Pelabuhan Yos Soedarso, kepada wartawan.
Kebijakan LO TNI-AL di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, dengan membuat saty jalur penumpang dan buruh pikul jadi penyebab ricuh ini. “Ya kami kecewa. Berdesak-desakan dengan penumpang turun dalam satu jalur itu. Padahal, sebelumnya tidak demikian,” tambah mereka.
Mereka juga kecewa, pihak PLNI Ambon, seolah melihat kebijakan sebagai sesuatu yang wajar-wajae saja, padahal penumpang dan buruh saling berdesak-desakan seperti itu. “Ini, penumpang dan buruh itu, manuasia bukan binantang,” sebut mereka.
Ketidak nyamanan ini, yang memincu emosi para buruh pelabahuan Ambon tersebut. “Kenapa tidak dibuat beberapa jalur tangga naik turun seperti sebelumnya? Dan, kenapa hanya satu jalur saja, dan PLNI Ambon mengamini kebijakan itu,” ungkap mereka kecewa.
Pemicu lain, lantaran ada omongan oknum TNI AL, yang bertugas di Pelabuhan Ambon dengan kata-kata yang tidak etis didengar. Misalnya, menyeruhkan anggota lainnya, lakukan pemukulan bila ada ada buruh atau penumpang yang melawan jalur satu pintu itu.
Salah satu oknum TNI-AL lantar mengeluarkan perintah bagi anak buahnya yang bertugas, jika ada yang melawan ditindak, nanti dia yang bertanggungjawab.
“Sabtu siang itu, buruh juga sempat marah oknum TNI AL karena omongannya tidak enak didengar. Oknum tersebut bilang ke anak buahnya kalau ada yang melawan injak, pukul nanti beta tanggung jawab. Makanya buruh langsung panas dengan kalimat kaya gitu,” katanya.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS), Iptu Aries Satria Putra saat dikonfirmasi, wartawan, Minggu, 6 July 2025.
“Iya masalahnya dari LO angkatan laut. Bisa lebih jelas ke Kacab PELNI aja, biar lebih jelas. Kejadiannya tadi malam waktu KM Labobar tiba sekitar jam 10 kalau tidak salah,” ujar Kapolsek.
Kapolsek mengaku tidak mengetahui soal aturan jalur tangga masuk para penumpang ataupun buruh, soal satu jalur.
“Saya cuma mengamankan aja, buruh cuma penyampian apsirasinya saja itu, cuma kalu lewat 1 tangga kan buruh dengan penumpang itu kan buru kesulitan. Berdesakan terus pintu masuk kan kalu buruh gabung dengan penumpang ltu kan terjadi penumpukan,” katanya. (KTI)


























