Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Ini Tanggapan Gubernur Terkait Seruan Terbuka Hendrik Oratmangun

badge-check


					Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Perbesar

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Menanggapi seruan terbuka yang disampaikan salah satu anak Maluku, Hendrik Jauhari Oratmangun,  melalui akun sosial media pribadinya terkait reformasi pemilu dan poros maritim Indonesia, ditanggapi dingin Gubernur Hendrik Lewerissa.

Sesuai rilisnya yang diterima Kabar Timur, Kamis (3/7) , Gubernur menyampaikan menerima sesuai dan harapan akan mimpi besar pembangunan berkeadilan di kawasan Indonesia Timur.

“Sebagai Gubernur Maluku, kami menerima dengan hati terbuka seruan dan harapan yang Bapak sampaikan yang saya yakini lahir dari kegelisahan yang tulus, serta mimpi besar akan keadilan pembangunan yang lebih merata bagi kawasan timur Indonesia, khususnya Maluku dan Maluku Utara,” ungkapnya.

Lewerissa bilang sepakat dalam narasi besar Indonesia sebagai negara kepulauan, Maluku dan Maluku Utara bukanlah pelengkap, melainkan jantung Maritim Nusantara.

“Namun sayangnya, realitas hari ini masih jauh dari ideal. Maka saya mengamini dengan keyakinan dan komitmen penuh bahwa sudah saatnya suara dari Timur tidak hanya didengar, tapi juga menjadi penentu arah kebijakan nasional ke depan,” singgungnya.

Terkait usulan reformasi sistem politik nasional, termasuk dorongan terhadap sistem voting berbasis blok wilayah seperti model Electoral College, Gubernur Maluku melihat ini sebagai sebuah gagasan strategis yang layak didalami secara serius. Kami di Pemerintah Provinsi siap menginisiasi forum komunikasi bersama dengan Provinsi Maluku Utara, bahkan dengan Provinsi – Provinsi ‘kecil’ lainnya (penduduk dibawa 3 juta jiwa) untuk membangun satu suara, termasuk mengundang akademisi, praktisi politik, dan tokoh masyarakat dalam membahas dan merumuskan langkah advokatif bersama.

Lebih lanjut, terkait dengan dorongan menjadikan Maluku Raya sebagai Poros Maritim Indonesia, Lewerissa sependapat dan telah mengambil langkah – langkah strategis ke arah tersebut, terlihat jelas dalam prioritas kami “Sapta Cita Lawamena”.

“Maluku sebagai miniatur Indonesia kepulauan harus memperoleh rekognisi (pengakuan) sebagai Kawasan Strategis Nasional berbasis kepulauan. Dalam prioritas kami telah menginstruksikan jajaran Bappeda dan Dinas Perhubungan serta OPD terkait lainnya untuk menyusun konsep integratif Pelabuhan Laut Maluku, pengembangan logistik maritim, serta inisiasi pusat pendidikan kelautan unggulan (pendidikan vokasi) di timur Indonesia yang akan kami dorong ke Pemerintah Pusat,” terangnya.

Pemerintah Provinsi Maluku tegasnya, terus memperjuangkan pengesahan RUU Daerah Kepulauan sebagai landasan hukum yang akan membawa lompatan besar bagi penguatan kelembagaan, fiskal, dan pembangunan wilayah kepulauan secara adil dan terstruktur.

“Mari kita terus suarakan ini bersama, dalam semangat yang konstruktif dan kolaboratif, Par Maluku Pung Bae, Waktu Maluku bersatu dan bergerak, Indonesia tak punya alasan untuk diam,” demikian Gubernur (KTL)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oknum TNI dan Polri Terjerat Jaringan Narkoba  “Ratu B3” Gunung Botak

18 Februari 2026 - 00:22 WIT

28 Kapal Layani Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku

18 Februari 2026 - 00:07 WIT

Permabudhi Maluku Santuni Anak Yatim Piatu Pada Perayaan Imlek 2026

17 Februari 2026 - 20:58 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Kemenag Maluku Bersiap Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H

16 Februari 2026 - 20:06 WIT

Trending di Maluku