KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, meninjau lokasi unit desalinasi bertenaga surya yang menggunakan reverse osmosis untuk pasokan air tawar di daerah terpencil, di Kampus Universitas Diponegoro (Undip), Jepara, Jawa Tengah, Selasa (10/6).
Proyek ini merupakan hasil penelitian kolaboratif Australian National University dan Undip dengan tujuan untuk menciptakan sistem filtrasi membran percontohan desalinasi air payau atau air laut menggunakan reverse osmosis dengan mengutamakan penggunaan tenaga surya.
Dalam peninjauan tersebut Lewerissa turut didampingi oleh mantan Gubernur Maluku, Said Assagaff, serta para peneliti dari Undip Prof. Hadiyanto, Prof. I Nyoman Widiasa, serta unsur terkait.
Saat diwawancarai orang nomor satu di Maluku itu, menjelaskan tujuan pihaknya datang adalah untuk melihat instalasi salinisasi proses untuk mengolah air laut menjadi air tawar yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Menurut dia, fasilitas ini penting untuk ditinjau, karena pihaknya sadar di Maluku ada pulau-pulau yang akses air bersihnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Ada wilayah-wilayah yang memang tidak mudah memperoleh air bersih untuk dikonsumsi masyarakat, Pemerintah tentu harus melihat ini sebagai suatu kesempatan memberikan jalan keluar kepada mereka,” tegasnya.



























