KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Diduga ada yang lolos tak miliki ijazah dan kongkalikong orang dalam.
Rekrutmen tenaga sekuriti untuk ditempatkan di Depot Pertamina Ambon, tahun 2025, yang meloloskan puluhan orang, diduga melalui cara-cara yang tidak fair dan bermasalah melibatkan orang dalam.
Kendati Tim Seleksi penerimaan sekuriti dikirim langsung dari Pertamina Papua-Maluku, bau busuk, hingga dugaan kongkalikong menguap.
Mendatangi Redaksi Kabar Timur, Gustav mantan sekuriti Pertamina Depot Wayame, mengungkapkan itu, Rabu, 14 Mei 2025, tadi malam.
Menurut dia, ada peserta yang dinyatakan lolos diduga tak miliki ijazah. “Saat ini, peserta lolos kendati tidak miliki ijazah lagi berupaya untuk mendapatkan ijazah “tembakan” atau beli ijazah,” ungkap Gustav.
Setelah masalah ini terbongkar, lanjut dia, peserta yang tidak memiliki ijazah, sedang berupaya untuk mendapatkan ijazah. “Informasi ini, sudah saya sampaikan juga, kepada kepala sekuriti di kantor pertamina pusat di Jayapura,” ujar Gustav.
Dia mengaku, dirinya bertugas sebagai sekuriti di Pertamina Depot Wayame. “Saya sudah pensiun, setelah bertugas 30 tahun,” tuturnya.



























