KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Ribuan warga Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), gelar festival Lawa Pipi atau bawa Lari Kambing kurban yang jadi tradisi saban Hari Raya Idul Adha. .
Kambing-kambing yang akan di kurbankan atau disambelih dipikul anak muda sambil berlari-lari kelilingi kampung dan mesjid tujuh kali.
Suara takbir dan tahmid mengema dari warga iringi para pemuda yang memikul hewan kurban berupa kambing itu. Pemuda yang memikul hewan kurban semua berbaju serba putih.
Seluruh warga Hila, mulai dari anak-anak hingga orang tua, semua tumpah di jalan-jalan mengikuti prosesi acara itu. Selian, warga juga terdapat wisatawan lokal maupun manca negara turut menyaksikan acara itu.
Hewan sebelum dikurban, doa atau tahlil oleh tetua adat, tokoh agama dan kasisi mesjid di beranda Rumah Tua Ollong. Doa memanjatkan kepada arwah para leluhur sekaligus bentuk rasa syukur kepada Sang Khalik.
Kambing kurban paling besar berada dideretan paling depan. Kambing ini disebut, kambing temal atau yang pertama.
Setelah do’a, kambing paling besar disembelih, dimana kambing yang disembelih lebih awal itu diibaratkan sebagai pengganti Nabi Ismail AS, dan akan dikeluarkan lebih dulu pada posisi terdepan dan diikuti hewan kurban lainnya.



























