KABARTIMURNEWS.COM.GAZA – Pesan berantai Hamas beredar viral di media sosial. Seperti dikutip Al Mayadeen, pesan itu berisikan permintaan Hamas agar umat Islam, khususnya warga Palestina di Tepi Barat, Al-Quds, dan daerah pedalaman yang diduduki Israel merapat ke Masjid Al-Aqsa dan menjaganya setidaknya hingga Senin, 22 April 2024.
Mobilisasi umat ke Al-Aqsa, menurut Hamas, untuk mencegah rencana zionis yang dikabarkan akan melaksanakan ritual pengurbanan ternak, yang disebut-sebut adalah sapi merah, Senin, 22 April 2024.
“Kami mengundang rakyat Palestina di Tepi Barat, Al-Quds, dan sekitarnya untuk bergerak dan menuju Al-Aqsa, melaksanakan i’tikaf dimulai hari ini sejak shalat Jumat hingga Senin, untuk melindungi, mempertahankan dan mencegah rencana zionis dan kelompok ekstrimis yang disebut ‘Sekte Kuil’, berencana melaksanakan ritual (penyembelihan),” demikian keterangan Hamas.
Dalam surat itu, Hamas juga meminta doa dan dukungan dari dunia internasional untuk mengaktifkan forum solidaritas membela Al-Aqsa dan Gaza. “Dan mendukung perjuangan kami, hingga penjajahan berhenti, hak-hak kami kembali, dan tanah Palestina dimerdekakan,” ujar Hamas, dalam keterangannya itu.
Dikutip dari Middle East Observer, organisasi Gunung Kuil secara resmi telah mengajukan permohonan izin kepada kepolisian Israel untuk menggelar ritual penyembelihan ternak di Masjid Al-Aqsa ada 22 April 2024 atau puncak perayaan Paskah kaum Yahudi.
Namun tidak jelas dalam surat permohonan izin yang beredar di X, apakah yang akan disembelih adalah sapi merah yang belakangan dihebohkan.
Pada 27 Maret 2024, seperti dilaporkan Middle East Eye puluhan warga dan Rabi Israel berkumpul dalam sebuah konferensi di Shilo, sebuah daerah pemukiman ilegal Israel di dekat Kota Nablus, Palestina. Mereka berkumpul mendiskusikan ritual kurban sapi merah.
Berlokasi terpisah di sebuah bukit di Tepi Barat, lima ekor sapi merah jenis Angus yang sebelumnya diimpor dari Texas, Amerika Serikat, ditempatkan di sebuah kandang tengah mengunyah jerami. Sapi-sapi itu, jika nantinya sudah cukup umur, akan dijadikan kurban sebagai bagian dari ritual menyongsong datangnya sang Mesiah.
Merujuk pada tradisi Yahudi, abu hasil dari pembakaran sapi merah dibutuhkan dalam ritual pemurnian yang akan menjadi jalan dibangunnya Kuil Ketiga di Yerusalem.
Kuil itu, menurut keyakinan kelompok Yahudi radikal, harus dibangun di atas dataran tinggi di Kota Tua Yerusalem, di mana lokasi persisnya terletak Bukit Bait Suci, di titik Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock kini berdiri. Mereka percaya, kuil itu menjadi salah satu syarat datangnya Mesiah turun ke bumi.
Selama bertahun-tahun, anggota dari komunitas Kuil Ketiga yang dikomandoi oleh Institut Kuil berbasis di Yerusalem, mencari seekor sapi merah yang sesuai dengan deskripsi Taurat. Sapi merah yang sempurna tidak boleh memiliki cacat sedikitpun, dan tanpa sehelai rambut berwarna putih atau hitam di tubuhnya.

























