KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Warga Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, bernama Kasim Wael, ditemukan tewas mengenaskan, Senin 1 Mei 2023 lalu.
Warga dusun Waipoot, Desa Wakal, ini ditemukan tergeletak bersimbah darah dipinggiran jalan alternatif. Jalan ini biasanya digunakan warga Wakal menuju kota Ambon.
Belum diketahui penyebab kematian Kasim. Apakah korban dianiaya Orang Tak Dikenal (OTK) hingga meregang nyawa, atau kah mengalami kecelakaan lalulintas. Pasalnya, saat ditemukan korban masih mengenakan helm.
Tiga hari sudah sejak kematian Kasim Wael, belum ada tanda-tanda pengungkapan motif kematian. Atas dasar itu, Warga Wakal meminta pihak kepolisian bergerak cepat.
Kuasa hukum warga Wakal, Hamid Fakaubun, Rabu (3/5), meminta agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuh Kasim Wael.
Pasalnya, masyarakat Wakal sudah trauma pasca pembunuhan Almarhum Muhammad Tamerwut, karna sampai sekarang pelaku tidak ditemukan.
“Sekarang ditambah pembunuhan Kasim Wael membuat masyarakat Wakal tidak tau lagi mau mengadu kemana. Karena, selama ini mereka yang selalu menjadi korban pembunuhan maupun korban kriminalisasi,” terangnya.
Selaku kuasa hukum masyarakat Wakal, Hamid meminta keseriusan dan ketegasan dari jajaran kepolisian terutama Kapolda untuk menuntaskan masalah ini.
Jika pelaku pembunuhan almarhum Kasim Wael tidak ditemukan, Hamid menyarankan Kapolda Maluku mengundurkan diri, karena dianggap tidak mampu menyelesaikan beberapa konflik dan kasus di Maluku.
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Pak Kapolda, saran saya kalau dalam waktu 2×24 jam (dua hari dari kemarin) pelaku belum ditemukan, mending mundur saja. Sebab, selama bertugas pun kami belum melihat prestasi dan kinerja yang baik selama ini terutama dalam penanganan beberapa kasus konflik di daerah Maluku,”sambungnya.
Apabila, tambahnya, dalam penanganan kasus tersebut tidak lagi ditemukan pelakuanya, maka pihaknya meminta kebijakan secara pribadi Kapolda Maluku.
“Alangkah bijaknya kapolda mengundurkam diri dari jabatan, dari pada selama bertugas nanti meninggalkan legacy buruk untuk masyarakat Maluku,”tutupnya. (KTE)

























