Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Pertalite Langka di SBB, Politisi Ini Ngaku Lapor Ahok

badge-check


Melkisedek Tuhehay Perbesar

Melkisedek Tuhehay

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Suplai BBM jenis Pertalite masih langka di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Wakil Ketua Komisi III DPRD SBB, Melkisedek Tuhehay, melakukan komunikasi dengan Komisaris Utama  PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dalam rilisnya yang dikirimkan ke awak media, Selasa, (19/7) Tuhehay mengaku selaku Ketua Fraksi PDIP DPRD SBB dirinya mempertanyakan pihak Pertamina terkait kuota Pertalite yang disupplay ke daerah itu. Dia mengaku BBM jenis itu tak bisa ditemukan di SPBU setempat maupun APMS yang ada di Kota Piru.

Dalam chatnya kepada Ahok, Minggu, (17/7) Tuhehay mengatakan jika Pertalite tidak dijual di SPBU maka akan berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat. Bahkan akan memicu kenaikan harga barang pokok dan lemahnya perputaran ekonomi di SBB.

Menurutnya, pasca kenaikan harga BBM  Pertamax, dan dijual dengan harga tinggi di tingkat pengecer Rp15 ribu per liter. Tapi herannya di saat yang sama Pertalite menjadi langka di Kabupaten SBB.

Padahal sebelumnya masyarakat membeli Pertalite Rp7.650 per liter di SPBU atau Rp10 ribu per liter di tingkat pengecer. Tapi kemudian BBM Pertamax, naik menjadi Rp15 ribu per liter.

Melkisedek Tuhehay mengaku juga telah menekan Pemkab SBB melalui Dinas Perdagangan, Industri dan Tenaga Kerja Kabupaten SBB guna mencari solusi agar masyarakat tidak terbebani oleh biaya ekonomi tinggi.

(KTA)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Hadiri Pelantikan Raja Siri Sori Islam, Gubernur: Ini Simbol Dunia Adat Kita Tetap Tegak

24 Mei 2026 - 19:04 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Mengais Rezeki Tradisional di Pesisir Ambalau Setelah 28 Tahun Tertidur

20 Mei 2026 - 13:40 WIT

Trending di Maluku