Pemilik BB Ganja 3 Kilogram Hari Ini Divonis

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Hari ini mahasiswi pemilik barang bukti pake ganja seberat 3 kilogram lebih divonis majelis hakim. Penasehat hukum meminta keringanan hukuman.
"Besok (hari ini) sidang putusan," ucap pengacara Edi Irsan Elys kepada Kabar Timur, Senin (10/1) di PN Ambon.

Tuntututan JPU sebelumnya terhadap kliennya Fatma Usemahu (22), ujar Elys tidak sesuai fakta persidangan. Sebab kliennya itu tidak mengetahui sebelumnya kalau paket yang dikirim melalui jasa pengiriman J&T Ekspress itu adalah narkoba.

Yang dia tahu paket yang dikirim oleh kakak tirinya berinsial "IU" dari Jakarta itu, berisi pakaian shalat untuk ayahnya. "Kami hanya minta majelis hakim memutus perkara dengan hukuman seringan-ringannya," ujar Elys.

Tuntutan JPU terhadap kliennya berupa kurungan penjara 9 tahun, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara bagi pihaknya terasa berat. Sementara fakta persidangan, terdakwa bukan pemilik sesungguhnya paket kiriman tersebut.

Elys mengaku dalam pembelaannya disampaikan kalau kakak tiri terdakwa berinisial "IU" beberapa hari sebelumnya menelpon dan meminta nama dan alamat lengkap terdakwa. Namun dalam pesan teleponnya, kakaknya itu juga menjelaskan akan mengirim paket yang nanti akan diambil oleh seseorang.

"Tapi ternyata orang yang katanya akan datang itu tidak pernah muncul. Jadi kami pikir ada semacam jebakan saja untuk klien, seperti itu," ujar Elys.
Antara jebakan atau bukan masih menurut dia, indikasinya kalau itu merupakan paket barang terlarang, mestinya pihak J&T Ekspress Jakarta tidak meneruskannya ke Ambon. Tapi yang terjadi, kurir J&T Ambon menelpon terdakwa mengambil paketan dimaksud di pertokoan Amplaz.

Kemudian diarahkan agar kurir bertemu klienmya itu di SPBU Soabali berhubung terdakwa kost di kawasan Air Mata Cina (Amaci). Kejadian itu terjadi pada 7 Juni 2021 lalu sekira pukul 13.15 WIT di SPBU tersebut, sebelum diinterogasi petugas BNN Maluku.

Lawyer dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Bakti Untuk Negeri itu menduga kliennya dijebak lantaran pengirim barang yang sesungguhnya telah diringkus petugas BNN Maluku dan ditahan.

Sementara kakak kandung terdakwa yang disebutkan selaku pengirim paket narkoba jenis daun itu belum diperoleh informasinya.
Yang anehnya petugas BNN, ujar dia, tidak langsung menciduk terdakwa saat itu. Tapi membuntuti kliennya itu hingga ke kos-kosan.

Di situ petugas BNN menangkap terdakwa dengan barang bukti dalam karton berupa paket ganja seberat 3,23 kilogram. (KTA)

Komentar

Loading...