KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Sebanyak 940 Narapidana di Provinsi Maluku, mendapatkan remisi atau pemotongan masa tahanan, di momen Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-76, Selasa (17/8) kemarin.
Penyerahan remisi ini sendiri, dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Maluku, kepada dua perwakilan narapidana, usai melakukan upacara HUT RI ke 76, di Lapangan Merdeka, Kota Ambon.
Ditempat yang sama, Kankanwil Kementrian Hukum dan HAM Maluku, Andi Nurka mengatakan, ada dua kategori remisi yang diberikan kepada ratusan narapidana dalam momen kemerdekaan ini.
“Ada dua kategori, yang pertama Remisi Umum satu sebanyak 937 narapidana, dan Remisi Umum dua itu hanya tiga orang saja, “ kata Andi Nurka, usai mengikuti upacara.
Dirincikannya, jumlah perolehan remisi masing-masing narapidana untuk RU satu dengan potongan masa tahanan satu bulan sebanyak 185 orang.
Potongan masa tahanan dua bulan sebanyak 168 orang, tiga bulan 308 orang, potongan masa tahanan empat bulan 154 orang, dan potongan masa tahanan lima bulan 115 orang, serta enam bulan delapan orang.
Sementara untuk RU II, potongan masa tahanan selama satu bulan berjumlah dua orang narapidana, dan potongan masa tahanan tiga bulan hanya satu orang narapidana.
Lebih lanjut, dia mengatakan, napi yang memperoleh remisi tersebar di Lapas Kelas IIA Ambon sebanyak 360 orang ( RU 1), Lapas Kelas IIB Piru 78 napi, (RU 1), Lapas Kelas IIB Tual 37 napi (RU 1).
LPKA Kelas II Ambon sebanyak 13 napi (RU 1), LPP Kelas Ill Ambon 35 napi (RU I dan II), Rutan Kelas IIA Ambon berjumlah 80 napi (RU 1), Rutan Kelas IIB Masohi 67 napi (RU 1).
Lapas Kelas Ill Saparua sebanyak 15 napi (RU |), Lapas Kelas IlI Banda 2 napi (RU 1), Lapas Kelas III Namlea 61 napi (RU 1), Lapas Kelas III Wahai 12 napi (RU 1 ).
Lapas Kelas III Geser enam napi (RU 1), Lapas Kelas III Dobo 31 napi (RU 1), Lapas Kelas III Saumlaki 132 napi (RU 1) dan satu di kategori RU II, serta Lapas Kelas Ill Wonreli delapan napi dengan kategori RU I. (KTE)
TNI AL Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut Mamala
AMBON-Sama dengan tahun sebelumnya, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX/Ambon kembali memilih perairan laut Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai tempat pengibaran Merah Putih di dasar laut.
Kegiatan yang dilakukan jelang HUT ke-76 tahun Republik Indonesia itu, digelar pada Senin (16/8)
Komandan Lantamal IX Kolonel Marinir Said Latuconsina mengatakan, upacara penaikan bendera bawah laut, sudah menjadi tradisi TNI AL dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus.
“Ini sudah jadi tradisi kita TNI AL jelang hari kemerdekaan Republik Indonesia,” kata danlantamal IX Ambon Kolonel Marinir Said Latuconsina.
Menurutnya, kegiatan ini juga semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara maritim dengan kekayaan laut yang sangat indah dan beragam. “Sudah menjadi kewajiban kita untuk merawat dan menjaga sekaligus mempromosikan wisata bahari Indonesia,” ujarnya.
Selain upacara, personil TNI AL juga melaksanakan program transplantasi terumbu karang. Cara ini sebagai salah satu upaya rehabilitasi terumbu karang yang semakin terdegradasi. “Jadi kita buat dengan pencangkokan atau pemotongan karang hidup yang selanjutnya ditanam di tempat lain yang mengalami kerusakan atau menciptakan habitat baru,” terangnya.
Bagi dia, jika karang tidak diperhatikan, maka ini akan berdampak terhadap keindahan bawah laut terutama di Maluku. “Ini untuk pemulihan kembali terumbu karang yang telah rusak,” jelasnya.
Sekadar tahu, Mayor Marinir Patrick Pattiasina bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara tiga prajurit Korp Wanita Angkatan Laut jadi penggerak bendera dan dihadiri personil TNI AL lainnya. (KTY)



























