KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz, minta para demonstran menahan diri untuk tidak melakukan demo. Pasalnya, unjuk rasa bisa berpotensi menimbulkan klaster baru Covid-19. “Demonstrasi oleh kelompok mahasiswa, dengan jumlah masa besar, menentang PPKM Mikro Diperketat selama dua hari, Kamis 15 Juli dan Jumat 16 Juli 2021. berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19, “ kata Joy, Minggu (18/7) .
Menurutnya, hal ini dilakukan demi kebaikan dan keselamatan bersama. Sebab, hingga saat ini Kota Ambon masih dalam resiko tinggi atau Zona Merah penyebaran Covid-19. “karena jika ada diantara pendemo yang terpapar, tentu akan menulari rekan- rekan meraka, bahkan aparat yang melakukan pengamanan hingga keluarga mereka dirumah juga bisa tertular,”terangnya.
Dijelaskan Joy, pentingnya menahan diri dengan tidak melakukan demo, karena saat ini jumlah kasus positif terus meningkat, hingga tempat isolasi terpusat penuh. Tenaga kesehatan pun juga terbatas, karena makin banyak yang terpapar.“Sebab itu masyarakat sudah dihimbau untuk tidak keluar rumah, selain untuk bekerja dan melakukan keperluan bersifat urgen/tidak bisa ditunda. Jangan sampai membawa pulang virus bagi keluarga dirumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Joy mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi pandemi. Kerjasama dan partisipasi dari semua elemen masyarakat, sangat diharapkan untuk mendukung Ambon keluar dari Zona Merah (resiko tinggi).“Terus kita himbau agar dapat membantu pemerintah dengan mematuhi protokol kesehatan, sehingga Ambon bisa keluar dari zona merah, dan PPKM Mikro diperketat tidak diperpanjang,” tandasnya.
(KTE)


























