KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Lama tak ada kabar berita, pembangunan bendungan Way Apo Kabupaten Buru kini memasuki tahapan paling strategis. Yakni, galian untuk pondasi bendungan dan terowongan pengelak aliran sungai (spillway).
Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku mengaku bendungan terbesar di Maluku itu, pembangunannya mulai masuk tahap paling vital. Yaitu pada bagian bendungan utama disertai pekerjaan penguatan lereng terowongan.
“Ada dua paket pekerjaan utama. Paket 1 yaitu galian main dam, pekerjaan shotcrete proteksi lereng terowongan pengelak inlet dan outlet. Kemudian pekerjaan portal terowongan dan persiapan pekerjaan timbunan zona 4 random batu,” jelas PPK Bendungan Way Apo, Albi, melalui pesan WhatsApp yang diteruskan Minggu (13/6).
Sementara untuk paket 2 kata Albi, yaitu pekerjaan jalan masuk, galian spillway dan fasilitas pendukung untuk umum. Dua konsorsium disebut-sebut terlibat yaitu PT Hutama Karya (Persero) dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.
Dibagi dalam 2 paket pekerjaan yaitu bendungan utama (main dam) dan paket 2 untuk saluran pelimpah (spillway) serta fasilitas lainnya yang nilai kontraknya mencapai Rp 1,013 trilun bersumber dari APBN Tahun 2017-2022.
Sebagaimana desainnya spillway dimaksud menggunakan tipe kombinasi, yaitu pelimpah samping-pelimpah berpintu. Saluran pelimpah adalah struktur bangunan pengendali aliran air dari bendungan ke daerah hilir. “Saluran ini berfungsi melepas banjir sehingga air tidak melebihi kapasitas bendungan,” kata Albi.
Menurutnya, bendungan Way Apo dibangun multifungsi. Yakni mengairi lahan pertanian dataran Way Apo, mencegah banjir yang tiap tahun melanda wilayah dataran penghasil beras terbesar di Maluku itu.
Namun bendungan tersebut kedepannya, kata dia, diproyeksikan sebagai sumber energi listrik masyarakat, selain dapat dijadikan objek pariwisata Kabupaten Buru.
(KTA)


























