64 Meninggal, Walikota : Kita Masih di Zona Orange

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURNEWS

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Kendati angka kematian akibat Covid-19 di Kota Ambon mencapai 64 jiwa, hingga kini Ibukota Maluku ini,  masih berada dalam resiko sedang (zona orange) penyebaran virus mematikan ini. 

“Informasi yang saya miliki, Kota Ambon masih tetap berada dalam zona orange. Situasi ini akan terus kita upayakan agar bisa naik menuju kuning, “kata Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, kepada wartawan, Rabu (17/3). 

Pemerintah Kota Ambon, kata Richard, lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, akan berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan skoring zonasi yang saat ini berjumlah 2,23. Untuk itu,  perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap 17 ke 18 kemungkinan besar akan dilanjutkan, selama 14 hari ke depan. 

“Kemungkinan besar PSBB Transisi kita perpanjang. Begitu juga dengan kegiatan operasi yustisi Protokol Kesehatan, tetap berjalan seperti biasa bahkan nanti bisa lebih intens, “ papar Richard. 

Operasi yustisi,  berperan penting untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menjadikan Protokol Kesehatan, sebagai gaya hidup baru ditengah situasi pandemi.  “Tingkat penyebaran corona yang mampu dikendalikan hingga saat ini, merupakan dampak dari hasil kerja Satgas Covid-19 Kota Ambon, setiap hari dari pagi, siang, sore hingga malam, “ terang Richard. 

Ditambahkan, pihaknya akan berupaya menekan angka kematian di Kota Ambon, demi mencegah tanah “manise” itu kembali terdepak dari zona orange dan masuk di zona merah. “Tingkat kematian sangat mempengaruhi skoring zonasi. Memang ajal itu ditangan Tuhan. Namun kita juga harus lakukan upaya-upaya, dengan mendeteksi kondisi kesehatan warga, agar yang kurang sehat bisa langsung ditangani, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...