Material Trotoar Ambon Disebut Bukan Keramik Biasa

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Material untuk pembuatan trotoar baru di kawasan Pusat Kota Ambon bukan keramik atau tehel biasa, bahannya anti slip.  Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, ungkap Sekertaris Dinas PUPR Maluku, Afandy Hasanusi, Selasa (16/3). 

Afandy mengatakan, seluruh material yang dipasang pada trotoar baru di Pusat Kota Ambon, memiliki spesifikasi dan kualitas lebih bagus dari tehel dan keramik yang biasa digunakan sebelumnya. 

“Itu bukan tehel atau keramik biasa, bahannya granit yang dari sisi kualitas anti slip. Lagipula peruntukan granit dipasang itu juga khusus buat outdoor, bukan indoor seperti yang dipasang di ruangan-ruangan perkantoran. Jadi tidak perlu khawatir, “ terangnya. 

Pihaknya memahami betul apa yang jadi keresahan masyarakat tantang trotoar baru yang saat ini sedang dikerjakan. Kendati begitu, infrastruktur difabel guna menunjang keselamatan pejalan kaki akan disiapkan. 

“Jadi kita memahami keresahan masyarakat terkait area publik, yang ada masyarakat umum untuk keselamatan pejalan kaki. Hal yang sama terkait trotoar itu, ada fasilitas untuk difabel sudah disiapkan, “ paparnya. 

Lebih lanjut, Afandy mengatakan, terkait desain ada trotoar tersebut dirancang sedemikian rupa sebagai bentuk dukungan terhadap Kota Ambon, sebagai City Of Music. “Walaupun ditengah situasi pandemi, kita harus mampu buat perubahan. Ini bentuk kepedulian PUPR Maluku, untuk membuat wajah Kota Ambon jadi lebih baik lagi, “ ujarnya. 

Dia menambahkan, pembongkaran trotoar dilakukan pihaknya, merupakan dampak dari pekerjaan drainase yang sementara ini sedang dikerjakan guna memperbaiki saluran sebelum musim penghujan. 

“Masalah trotoar ini dampak dari perbaikan drainase. Ada beberapa titik yang dianggap rawan genangan yang mengakibatkan banjir di pusat kota. Otomatis untuk menangani itu harus ada langkah penanganan, “ katanya. 

PUPR Maluku  mengambil langkah cepat sebelum musim hujan guyur Kota Ambon. “Kita tidak ingin diam.  Ada upaya dinas PU memperbaiki itu, minimal masalah genangan, yang selama ini jadi masalah penyebab banjir bisa teratasi, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...