Korupsi DAK Pendidikan SBB Mandek di Kejari Piru

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan Kabupaten SBB disinyalir  tak bergerak sejak dilimpahkan ke Kejari Piru. Institusi Kejaksaan diminta serius mengusut kasus tersebut.

Sejak dilimpahkan dari Kejati Maluku, sejumlah pihak disebut-sebut telah dimintai keterangan. Namun hasilnya seperti apa, tak ada informasi dari Kejari Piru.  “Saya sudah kasih nomor Kasi Intelnya itu, hubungi beliau saja,” ujar Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette, Selasa kemarin. 

Kasi Inteljen Kejari Piru Harius dihubungi tidak langsung memberi penjelasan soal kasus yang dimintai konfirmasi. Dia hanya berdalih sedang di luar daerah.  “Saya masih di Palembang, belum ke SBB,” katanya melalui WhatsApp.

Namun, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Kabupaten SBB Tua Nalapraya menyebutkan, beberapa pihak sudah dipanggil dan dimintai keterangan Kejari Piru “Tapi itu sudah lama, pertengahan tahun 2020 lalu. Apakah dinaikkan ke tahap penyidikan atau belum kita belum tau,” akui Tua melalui telepon seluler. 

Kegiatan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten SBB yang didanai DAK tahun 2018 senilai Rp 72 miliar itu disinyalir tidak sesuai juknis dalam implementasi. Sebagian besar gedung Paud, TK, SD dan SMP yang didanai anggaran pusat ini direhabilitasi tidak sesuai RAB. 

Hal yang sama terhadap pengadaan buku dan pakaian seragam bagi siswa, maupun buku perpustakaan. Tidak sesuai juknis, kata dia, karena pekerjaan dikasih ke kontraktor.  “Perintah juknis kan harusnya swakelola, oleh komite sekolah,” jelas Tua.

Menurutnya, kasus tersebut kental dugaan korupsinya. Pasalnya, selain sudah melanggar juknis, para kepala sekolah ditengarai mendapat tekanan dari Disdik SBB untuk memberikan pekerjaan ke pihak ketiga. 

Dan sesuai pantauan pihaknya, kasus dugaan penyimpangan DAK tersebut terjadi cukup massif di sebagian besar kecamatan. “Ale kalau telepon kepala-kepala sekolah di kecamatan Taniwel atau Huamual, biar bunu dong seng akan mengaku kasih pihak ketiga, takut jabatan dicopot. Kecuali datang liat langsung,” ujar dia.

Lanjut Tua,, setelah diberikan ke pihak ketiga hasil pekerjaan malah amburadul. “Contoh sekolah yang katong lapor SD Negeri Ursana Kairatu ini. Plafon banyak seng diganti, hanya cat begitu saja. Jendela juga begitu, hanya cat, seng ganti,” ungkapnya.

(KTA)

Komentar

Loading...