Rumkital dr FX Suhardjo Ambon Siapkan Layanan Fastlab PCR

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) dr FX Suhardjo Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX/Ambon Provinsi Maluku sedang menyiapkan layanan unit mobil laboratorium “Fastlab PCR” untuk pemeriksaan virus penyebab COVID-19.

“Sumber daya manusia (SDM)-nya sudah dilatih di Markas Besar Angkatan Laut, sedangkan mobil laboratorium sedang dalam proses pengiriman dari Jakarta, mungkin Jumat depan sudah tiba di sini,” kata Kepala Rumkital dr FX Suhardjo Letkol Laut (K) dr Satrio Sugiharto Machfudi di Ambon, Rabu.

PCR atau polymerase chain reaction adalah metode pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus. Tes ini juga digunakan untuk mendeteksi virus penyebab COVID-19.

dr Satrio mengatakan mobil Fastlab PCR Rumkital dr FX Suhardjo dilengkapi laboratorium khusus dan peralatan portable lainnya untuk mengekstraksi sampel COVID-19, juga generator set (genset) pembangkit listrik.

Laboratorium bergerak untuk pemeriksaan sel, bakteri atau virus, seperti Fastlab PCR baru pertama kalinya dibuka di Maluku.

Layanan ini disiapkan untuk mendukung wilayah-wilayah di Maluku yang memiliki keterbatasan sumber listrik, fasilitas dan unit pemeriksaan COVID-19 secara langsung dan massal di satu lokasi.

“Pemeriksaan dan proses ekstrasi sampel bisa dilakukan di satu lokasi sekaligus, sehingga hasilnya juga bisa didapatkan saat itu juga,” ucapnya.

Dikatakannya lagi, sejak merebaknya pandemi COVID-19, pemeriksaan melalui PCR maupun swab atau tes usap di Pulau Ambon hingga saat ini hanya mengandalkan fasilitas laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat.

Terbatasnya fasilitas laboratorium, pemeriksaan COVID-19 secara massal tidak bisa dilakukan dalam satu tahap di satu lokasi, melainkan dengan mengumpulkan sampel subjek dan dibawa untuk diekstraksi di laboratorium Dinkes dan BPOM.

“Harapannya mobile PCR ini bisa mendukung daerah-daerah yang terbatas dengan fasilitas, ataupun pergerakan ke unit-unit fasilitas terlampau jauh, kita yang mendekatkan fasilitasnya,” ujar dr Satrio. (AN/KT)

Komentar

Loading...