Tangkal Covid, Pemprov Mulai Skrining ASN

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Setiap pegawai yang masuk bekerja, maka satpol Pp akan memeriksa kartu itu untuk membuktikan bahwa telah melakukan pemeriksaan antigen.

Sebanyak 498 orang ASN Kantor Gubernur Maluku “dirapidtest antigen” kemarin. Beberapa diantaranya terindikasi positif Covid-19, dan akan ditindaklanjuti dengan uji PCR atau swab. Kegiatan tersebut bakal berlanjut di seluruh instansi Pemprov Maluku.

“Targetnya 500 pegawai hari ini. Jadi kalau reaktif nanti dilanjutkan dengan PCR. Iya jadi ini kegiatan skrining pegawai, jangan sampai ada yang sebarkan virus di kantor gubernur ini,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Daud Samal kepada Kabar Timur di halaman parkir Kantor Gubernur Maluku.

Hanya saja Samal enggan menyebutkan berapa jumlah pegawai yang terdeteksi reaktif Covid-19 dari kegiatan skrining tersebut. Yang berasal dari badan, biro maupun bagian dari SKPD yang ada. “Yang pasti datanya akan kita sampaikan ke pimpinan badan dan biro masing-masing,” akunya. 

Terpisah jubir Satgas Covid-19 Pemprov Maluku dr Adonia Rerung menyatakan seluruh ASN lingkup Pemprov Maluku akan menjalani Rapid Antigen. Hal itu, untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran covid di bulan Februari 2021 sesuai instruksi Mendagri.

Adonia menambahkan, guna menindaklanjuti instruksi mendagri Sekda Maluku Kasrul Selang meminta dilakukan skrining antigen terhadap semua ASN Pemprov. 

Menurutnya sebanyak 3500 ASN yang akan mengikuti skrining rapid Antigen tersebut. Setelah hasil skrining diperoleh Pemprov akan menerapkan sistim kerja bagi pegawai. Yakni bekerja di kantor 50 persen dan yang bekerja dari rumah juga 50 persen.

Untuk yang bekerja di kantor wajib melakukan pemeriksaan rapid antigen dan hasil pemeriksaan rapid antigen akan dibuktikan dengan adanya kartu khusus. “Jadi setiap pegawai yang masuk bekerja, maka satpol Pp akan memeriksa kartu itu untuk membuktikan bahwa telah melakukan pemeriksaan antigen,” katanya di lantai 6 Kantor Gubernur.

Selain pegawai harus bisa menunjukan kartu, tamu-tamu yang berkunjung ke kantor Gubernur maka wajib mengantongi kartu hasil rapid antigen sebelum diterima. “Bagi tamu-tamu dari luar daerah, walaupun sudah mengantongi hasil Rapid antigen dari daerahnya, maka tetap harus menjalani rapid Antigen,” ujarnya.

Untuk lokasi pemeriksaan Rapid Antigen dilakukan di beberapa tempat diantaranya pada kantor Gubernur, Samsat Waihaong, dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Mntuk masa berlaku Rapid Antigen, diakui Adonia Rerung, masa berlaku kartu itu selama 14 hari,  setelah 14 hari akan disusul dengan pemeriksaan anti body.  Jika pemeriksaan Rapid antigen hasilnya positif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan sweb. (KTA)

Komentar

Loading...