Disdikbud OTT Belajar Tatap Muka di SDN 23

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Ambon, secara langsung melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Sekolah Dasar (SD) Negeri 23 Kota Ambon, Senin (11/1) kemarin. 

Sekertaris Disdikbud Kota Ambon, Merry Mairuhu yang di konfirmasi wartawan, Senin (11/1) kemarin membenarkan hal tersebut. Menurutnya, SD Negeri 23 secara langsung kedapatan melakukan belajar tatap muka ditengah situasi pandemi Covid-19. 

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, dan langsung turun. Ternyata ketika sampai di sekolah itu, memang benar ada oknum guru yang melakukan belajar tatap muka, “ jelasnya. 

Mengingat masih dalam situasi Pandemi Covid-19, dan proses belajar tatap muka juga belum diijinkan, maka pihaknya langsung membubarkan kelas yang berisi siswa sebanyak 20 orang itu. 

“Pas kedapatan langsung dibubarkan. Dan apa yang dilakukan oleh oknum guru di SD Negeri 23 Kota Ambon itu, sangat melanggar aturan. Sebab saat ini proses pembelajaran hanya bisa dilakukan secara online atau Dalam Jaringan (Daring), “ paparnya. 

Dijelaskan Merry, ketika turun langsung untuk membubarkan proses belajar tatap muka, nampak terlihat jelas guru dan 20 siswa yang sedang belajar tatap muka, tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara baik. 

“Penerapan Protokol kesehatan secara baik dan benar tidak diterapkan dalam belajar tatap muka yang dilakukan. 20 siswa ini, jelas-jelas kelihatan tidak memakai masker, “ katanya. 

Menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukan oleh oknum guru SD Negeri 23 Kota Ambon, maka Merry mengaku, yang harus bertanggungjawab terkait persoalan ini adalah Kepala Sekolah (Kepsek). 

“Yang harus bertanggungjawab adalah Kepala Sekolah, sebab apapun kegiatan di sekolah wajib diketahui Kepala sekolah. Proses pembelajaran secara tatap muka itu, merupakan pelanggaran sebab tidak diketahui oleh Disdikbud Kota Ambon, “ paparnya. 

Merry menambahkan, aksi melawan aturan pemerintah dengan melakukan belajar tatap muka di sekolah, yang dilakukan oknum guru SD Negeri 23 Kota Ambon, tetap akan diberikan sanksi sesuai aturan. 

“Tetap ada sanksi administrasi yang akan diberikan. Sebab, mereka kan sudah tahu, himbauan dan aturan itu telah ditetapkan, bahwa belum bisa dilakukan proses pembelajaran secara tatap muka dalam kondisi pandemi corona, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...