Ambon Perketat, Tidak Bermasker Warga Wajib Rapid Tes

KABARTIMURNEWS.COM. AMBON-Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, Pemkot Ambon dan Satgas Covid-19 Kota, makin tegas dalam penegakan Protokol Kesehatan (Prokes), bagi warga Kota Ambon. Salah satunya mewajibkan  rapid tes bagi warga yang tidak bermasker.

“Penegakan disiplin kepada warga yang tidak patuhi Prokes semakin diperketat. Salah satunya mewajibkan rapid tes bagi warga yang tidak bermasker saat berada diluar rumah. Mulai, Senin (hari ini), mulai diberlakukan,” tegas juru bicara Satgas Covid Kota, “Mulai Senin besok (14/12) kita berlakukan wajib rapid bagi warga yang tidak menggunakan masker saat berada diluar rumah, ” kata Joy Adriaansz Jubir Satgas Covid Kota, kepada wartawan, Minggu.

Menurutnya, penegakan yang dilakukan itu merupakan cara yang terbaik untuk melindungi warga Kota Ambon, dari ancaman dan bahayanya virus tersebut. “Tujuan utama dari apa yang dilakukan oleh Pemkot untuk kebaikan bersama. Apalagi kita lihat bahwa tingkat kesembuhan dan terkonfirmasi ini masih saling kejar, meski kesembuhan terus meningkat, ” ujarnya.

Dikatakan, pelaksanaan wajib rapid tes bagi warga yang tidak menggunakan masker saat berada diluar rumah itu, dilakukan dalam operasi Yustisi. “Wajib rapid itu dilakukan saat operasi Yustisi. Dan itu akan berlaku besok dan seterusnya. Sesuai Perwali nomor 25 tahun 2020,” tegas dia.

Kadis Kominfo-Sandi Kota ini menjelaskan, jika hasil rapid tes ditempat itu, ada yang dinyatakan reaktif, maka dilanjutkan dengan swab.“Jadi begitu hasil rapidnya keluar dan dinyatakan reaktif langsung swab. Jika swab dinyatakan positif petugas langsung melakukan penjemputan dan dibawa kelokasi karantina terpusat yang telah disiapkan Pemkot,” bebernya.

Diakui, langkah yang dilakukan Pemkot itu, juga bagian dari implementasi 3T yakni, Testing, Tracing dan Treatment. “Kami berharap agar ada partisipasi dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, sebab ini untuk kebaikan kita bersama, yakni akhir Desember, Ambon harus di zona kuning, atau bahkan zona hijau,”pungkasnya. (KT)

Komentar

Loading...