Insiden Asrama Mahasiswa Papua Dikepung Aparat di Ambon “Hoaks”

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Vidio adanya aksi pengepungan asrama Papua di Wayame, Kota Ambon, oleh TNI-Polri sebagaimana diviralkan di Medsos merupakan informasi hoaks dan provokatif.

Penegasan ini disampaikan Kasubbag Humas Polresta Ambon, Izack Leatemia , kepada wartawan di Ambon, Selasa, kemarin. Menurut, informasi yang benar pada pukul: 03.25. WIT terjadi ricuh yang dipicu pelemparan Mess Mahasiswa Papua, di BTN Wayame, Kota Ambon.

“Warga mengamuk dan melempari Mes Mahasiswa Papua, Senin, dinihari pukul: 03.25.WIT,” ungkapnya. Menurutnya, pemicu amukan warga BTN Wayame, adanya postingan salah satu mahasiswa asal Papua di Medsos, seolah-olah ada intimidasi dari warga terhadap mahasiswa asal Papua yang menghuni asrama itu.

“Atas postingan itu, warga marah dan rame-rame mendatangi asrama tersebut langsung ngamuk,” papar Juru Bicara Polresta Ambon itu. Amukan warga itu dapat dikendalikan, setelah aparat Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa menenangkan situasi.

Untuk mengantisipasi amukan warga susulan warga setempat, Polsek Teluk Ambon, menurunkan sejumlah anggotanya untuk berjaga-jaga seputar lokasi dimana Asrama Mahasiswa Papua itu berada. “Jadi tidak benar kalau ada pengepungan Asrama mahasiswa Papua oleh, pihak TNI dan Polri,” urai Leatemia.

Menurutnya, yang jaga itu personil polisi untuk mengantisipasi serangan susulan dari warga setempat yang marah gara-gara postingan salah seorang mahasiswa Papua.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan, sebelumnya sekitar pukul 21.00.WIT, terbersit kabar Mes Mahasiswa Papua, didatangi oleh beberapa warga yang berasal dari Aboru. Mendapat kabar itu, pihak RT setempat, juga Bhabinkamtibmas dan Babinsa menyambangi Mes Papua tersebut.

Kedatangan mereka untuk memastikan informasi soal kedatangan warga Aboru itu, sekaligus meminta identitas warga Aboru tersebut. “Tapi, kunjungan untuk memastikan tentang kabar warga Aboru itu, ditolak oleh mahasiswa yang menghuni mes itu,” ungkap sumber Kabar Timur, terpisah.

Setelah menolak mereka kemudian membuat vidio seolah-olah ada pengepungan aparat dan warga lantas diviralkan ke Medsos. “Yang pasti itu informasi hoaks dan tidak benar,” sebut warga lainnya. (KT)

Komentar

Loading...