Minta Pemkot Hargai Jasa Buruh Sampah

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON,- Tujuh kali sudah Ambon mendapat penghargaan adipura. Gelar ini tentu tidak terlepas dari dukungan para buruh sampah yang ada di Kota bertajuk Manise itu.

Mereka hadir lebih pagi untuk membersihkan sampah yang tergeletak di sejumlah ruas jalan. Keringat dan kerja keras mereka hanya dibayar per minggu. Tidak ada insentif kepada mereka dari anggaran yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon.

Hal ini kemudian menjadi perhatian fraksi PKS DPRD Kota Ambon. Anggota Fraksi PKS, Yusuf Wally mengaku, cukup kesal setelah mengetahui, ternyata buruh sampah di Ambon tidak akan mendapatkan insentif.

Padahal, pagu anggaran tahun 2021 milik DLHP Kota Ambon cukup besar. Dari total Rp 34 miliar, sebesar Rp 19 miliar disiapkan untuk program pengelolaan sampah.

“Anggaran Rp 19 miliar ini cukup besar loh. Tapi kok kerja mereka hanya dibayar per minggu? Meski hanya tenaga kontrak, apa salahnya mereka diberi insentif. Mereka yang “kalesang” sampah di Ambon. Hargai jasa mereka lah, “ kata Wally kepada Kabar Timur di Gedung DPRD Ambon, Senin (30/11) .

Anggota Komisi III DPRD Ambon itu menyatakan, buruh sampah tentu sangat berharap bisa diberi insentif oleh pemerintah. Tapi, keinginan itu tidak bisa dikatakan secara langsung ke dinas terkait.

“Mereka juga kadang takut berbicara. Kita sebagai wakil rakyat tentu prihatin dan hanya bisa menyampaikan ini ke pemkot dengan harapan dapat dilihat ke depan,” ucap dia.

Pemkot juga diminta untuk tidak menganaktirikan para buruh sampah ini. Sebab dalam kondisi seperti ini, mereka juga ingin mendapatkan sedikit tambahan lebih untuk biaya hidup mereka ke depan. (KTY)

Komentar

Loading...