KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Setelah tahu ini diduga penipuan, beta hubungi antua lagi. Beta minta kasih pulang uang Rp 20 juta itu.
Sinyalemen Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LP3NKRI) Maluku kalau korban kasus dugaan penipuan, gratifikasi mencapai belasan orang sedikit mulai terkuak.
“Jadi yang kabar Timur bilang ada korban-korban lain dari Ketua DPRD Maluku itu betul bung. Beta ini juga salah satu korban,” ungkap sumber berinisial JW itu kepada Kabar Timur, melalui telepon seluler, Jumat (16/10).
Dia menuturkan, kelakuan Ketua DPRD Maluku itu sama persis seperti yang diberitakan media ini. “Wangala putar-putar katong bung. Dia bilang nanti ketemu, tapi apa, sampe sakarang ini hee sondor satu yang betul,” ucap JW kesal.
JW menjelaskan, setelah gencar pemberitaan soal Lucky Wattimury dalam kasus dugaan penipuan, gratifikasi bahkan disebut-sebut masuk ranah pungutan liar (pungli) ini, JW lalu mencoba menghubungi Lucky Wattimury lagi.
“Setelah tahu ini diduga penipuan, beta hubungi antua lagi. Beta minta kasih pulang uang Rp 20 juta itu,” ketusnya.
JW yang juga Ketua salah satu asosiasi jasa konstruksi yang cukup punya nama ini juga mengaku sempat diiming-imingi proyek. Sayangnya dia tidak merincikan soal proyek dimaksud, tahun anggaran berapa, lokasi, hingga jenis pekerjaan proyek itu. “Yang jelas nilai proyeknya 300 juta,” ungkap JW.
TOKO ADIDAS



























