Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Gubernur Ajak Memahami Makna Hijrah

badge-check


Gubernur Ajak Memahami Makna Hijrah Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Gubernur Maluku Murad Ismail menandaskan momentum tahun baru Islam, sebagai waktu untuk melakukan hijrah, yaitu berpindah ke keadaan yang lebih baik. 

Gubernur meminta umat muslim dan umat lainnya menjadikan momen ini sebagai teladan, khususnya untuk membangun tatanan kehidupan masyarakat Maluku yang lebih solid dan jauh dari konflik. 

Hal itu disampaikan orang nomor satu Maluku itu dalam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah tahun 2020 yang dilakukan virtual di kediaman pribadinya, Jumat (21/8) malam.

“Saya ingin mengajak kita sekalian untuk memahami dan memaknai hijrah sebagai teladan bagi kita dalam membangun kehidupan berbangsa, khususnya di Maluku, untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Gubernur Murad Ismail saat menyampaikan sambutannya. 

Peringatan Tahun Baru Islam yang dilaksanakan secara virtual itu bekerjasama dengan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Maluku. Diikuti seluruh Bupati/Walikota se-Maluku dengan tausiyah virtual Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI, Prof. Dr. Kamarudin.

Dihadiri Forkopimda Maluku, pimpinan umat beragama di Maluku, Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang, Kepala Kantor Agama Provinsi Maluku, Jalamaludin Bugis, Ketua DPRD Provinsi Maluku Lucky Wattimury beserta para pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku

Menurut gubernur peringatan 1 Muharam 1441 Hijriah diharapkan memperkokoh persaudaraan sesama muslim (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan sesama manusia (ukhuwah insaniyah), dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyah).

Jika tiga jenis persaudaraan ini diimplementasikan dengan baik negeri ini akan menjadi kuat, dan akan terhindar dari perpecahan yang bisa berujung konflik.

Beberapa hal, sebagai bentuk refleksi tahun baru tersebut, yakni, pertama berhijrah dari kurang iman dan taqwa menuju peningkatan kekuatan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Kedua, berhijrah dari kebodohan dan keterbelakangan menuju pengutamaan pendidikan. Umat tidak akan pernah bangkit dan maju, jika tidak berhijrah kepada pengutamaan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Ketiga, berhijrah dari perpecahan menuju persatuan, yaitu umat harus sadar bahwa pertolongan Allah SWT akan datang jika ada persatuan. “Perpecahan hanya akan melemahkan mereka yang ingin meraih kemajuan,” sebutnya.

Keempat, berhijrah dari malas menuju rajin dan menjadi pekerja keras, yaitu kemajuan yang diawali dengan niat, semangat dan kerja keras. “Tidak ada kemajuan dan kejayaan tanpa kerja keras,” katanya.

Kelima, lanjut Gubernur, di tengah wabah pandemi covid-19 mesti diperkuat kesadaran hidup bersama sesama anak bangsa dengan senantiasa saling peduli, bekerjasama dan bersinergi dalam memberantas ancaman virus covid-19. 

“Patuhi anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol Kesehatan. Jadikan momentum 1 Muharam sebagai upaya kita bersama untuk berhijrah dari kehidupan di masa pandemi covid-10 menuju kehidupan normal yang terbebas dari wabah covid-19,” ajak mantan Korps Brimob Polri ini. (KTA)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Ketum Golkar Perintah Musda Golkar Kota Ambon Tunda

30 April 2026 - 13:51 WIT

Gurita “Mafia Tambang” di SBB Terbongkar, Bareskrim Bidik Jaquelin Sahetapy  

30 April 2026 - 01:02 WIT

Maluku Mulai Hilirisasi Massal Pala dan Kelapa

29 April 2026 - 23:37 WIT

Pelni Ambon Ganti Kerusakan Rumah Warga Akibat Ditabrak Kapal

29 April 2026 - 10:45 WIT

Polisi Sebut Kapal Tabrak Permukiman di Banda Disebabkan Gangguan mesin

29 April 2026 - 10:38 WIT

Trending di Maluku