KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Bukan saja fakta persidangan uang para nasabah, tapi peran pihak lainnya seperti Daniel Nirahua diharapkan terungkap.
Puluhan nasabah BNI Ambon yang dananya “bobol” dan hilang yang diduga mencapai angka ratusan miliar belum ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab. Bank plat merah itu seolah “cuci tangan” dan melempar tanggung jawab kepada Faradiba Yusuf tersangka utama kasus pembobolan dana nasabah itu.
Penanggung jawab sistem perbankan BNI Ambon, belum ada yang tersentuh. Tersangka Faradiba jadi “biang kerok” oleh pihak BNI itu sendiri. “Kasusnya aneh dan penuh intrik. Padahal dari pelbagai keluhan nasabah yang dananya nihil (dibobol), semua masuk dalam sistim BNI. Penanggung jawab sistim, siapa? Nah, itu orang ikut bertanggung jawab,” terang Yandri salah satu pengamat perbankan, kepada Kabar Timur, Kamis, kemarin.
Menurutnya, Faradiba selaku Wakil Pimpinan Cabang BNI Ambon, bidang marketing, tidak akan mampu mengendalikan sistim BNI, seorang diri. “Ada pihak-pihak lain di BNI itu sendiri terlibat langsung. Mungkin sengaja ditutupi hanya untuk menjaga branding BNI,” sebutnya.
Terpisah, Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus)Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, berharap muncul fakta persidangan terkait uang para nasabah BNI Ambon yang hilang tersebut. Fakta sidang dapat menjadi bukti permulaan pihaknya kembali melakukan penyelidikan.
“Malah kita berharap dari fakta persidangan termasuk nasabah-nasabah yang uangnya hilang itu yang belum ada kejelasan,” harap Eko Santoso kepada Kabar Timur, Kamis (7/5).
Uang nasabah, sambung Eko, diharapkan penyidik dapat muncul di fakta persidangan. Agar semuanya jelas siapa yang bertanggungjawab. Sebab, selama ini BNI seolah-olah melimpahkan semuanya kepada Faradhiba Yusf alias Fara.
“Itu kan kita harapkan juga terungkap di persidangan. Artinya, muncul tanggungjawab BNI juga bahwa itu tanggung jawab BNI, gitu kan. Karena kan sekarang BNI seolah-olah itu tanggung jawab Faradhiba, Faradhiba itu siapa? kan begitu,” ujarnya.



























