Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Penolakan Pemakaman Jenazah Diduga Covid-19 Laturiuw: Pemkot Harus Keluar dan Jelaskan ke Warga

badge-check


Penolakan Pemakaman Jenazah Diduga Covid-19  Laturiuw: Pemkot Harus Keluar dan Jelaskan ke Warga Perbesar

 

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON,- Penolakan pemakaman jenazah diduga terinfeksi virus covid-19 di wilayah Kota Ambon kembali terjadi.

Kemarin, penolakan dilakukan oleh warga Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Kabarnya, hal yang sama juga dilakukan oleh warga Air Besar, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon terhadap pasien meninggal dunia diduga corona pada Minggu (3/5).

Menyikapi masalah ini, Anggota DPRD Kota Ambon, Cristianto Laturiuw mengatakan, penolakan terhadap pemakaman jenazah diduga corona bukan baru pertama kali ada. Di beberapa wilayah di Indonesia, penolakan ini juga dilakukan.

“Ini sudah pernah terjadi di beberapa tempat. Tapi khusus di Ambon, cara ini jangan dipelihara. Pemerintah harus keluar dan jelaskan sebelum akan dilakukan pemakaman,” kata Laturiuw ketika dihubungi Kabar Timur via seluler, Minggu (3/5)

Dia mengatakan, masyarakat tentu khawatir dengan adanya jenazah diduga terpapar corona yang di kubur di lingkungan tempat tinggal mereka.

Agar supaya bisa meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada masalah dengan dikuburnya jenazah tersebut, pemerintah harus jelaskan secara baik-baik.

“Yang paling penting seluruh mekanisme itu di lakukan sesuai protap. Lalu kemudian tanyakan ke masyarakat, mereka khawatir karena apa, alasan penolakan karena apa, dan pemerintah tugas untuk jelaskan dengan baik. Supaya masalah ini bisa diatasi dengan dingin,” ujarnya

Politisi Gerindra itu menyatakan, Pemerintah janganlah mengambil langkah tanpa adanya koordinasi dengan pemerintah desa maupun masyarakat setempat.

“Harus dikonfirmasikan ke masyarakat. Jangan pikir nanti kalau ditolak baru cari tempat lain. Itu konteks yang salah. Orang Maluku ini konsep orang basudara sangat terjaga baik. Jadi konfirmasi itu penting,” tuturnya

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon itu berharap, masalah seperti ini jangan lagi terjadi di wilayah Kota Ambon. Pemerintah Kota sudah harus mengambil langkah awal sebelum adanya korban meninggal dunia dengan riwayat yang sama.

“Memang ini ancaman di seluruh belahan dunia. Tapi jangan sampai rasa takut melebihi batas. Makanya pemerintah harus ada disini. Terpenting pemakaman itu di lokasi pemakaman umum,” pungkasnya. (KTY)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Maluku-Ditjen SDA Perkuat Infrastruktur Air dan Ketahanan Kepulauan

13 Mei 2026 - 02:47 WIT

15 WNA China di Gunung Botak Maluku Terancam Dideportasi

13 Mei 2026 - 02:41 WIT

Trending di Maluku