KABARTIMIRNEWS.COM,AMBON- Dinas Pariwisata Kabupaten Buru diduga melindungi pengusaha Erwin Tanaya, hal itu terindikasi dari kunjungan ke objek wisata mangrove oleh Pemda Kabupaten Buru tidak dilaksanakan di desa Siahoni, namun desa Sanleko.
Takut temuan pelabuhan landen Lct milik Erwin Tanaya di desa Siahoni terungkap, Dinas Pariwisata diduga sengaja mengagendakan kunjungan rombongan Pemda Buru ke desa lain yakni desa Sanleko.
Anehnya, usai kunjungan tersebut pada tayangan live maupun media sosial, disebutkan dalam narasi berita bila kunjungan itu dilaksanakan di desa Siahoni.
Dugaan akal-akalan Dinas Pariwisata Buru itu diungkap Ketua L.I.W Nurjannah Rahawarin kepada Kabar Timur, Sabtu (21/3). Menurut Rahawarin, kunjungan rombongan Pemda Kabupaten Buru itu di desa Sanleko, bukan desa Siahoni.
“Jadi kunjungan Pemkab Buru itu dan dari Dinas Pariwisata ke desa wisata mangrove yang ditayangkan live maupun di medsos itu salah alamat. Bukan desa Siahoni, tetapi desa Sanleko Kecamatan Namlea Kabupaten Buru,” tegas aktivis lingkungan dan antikorupsi itu.



























