Diduga Bawa Ajaran Sesat, IT Diusir Warga Gunung Nona

Husen Toisuta/Kabartimur

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- IT, warga Gunung Nona RT 004 RW 004 Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, diusir warga. Ibu rumah tangga ini diduga melaksanakan penyembuhan dan peribadahan sesat.

Berdasarkan video unggahan dari akun facebook Kal Aboru, tampak warga mendatangi rumah yang dijadikan sebagai tempat peribadatan.

Warga mengecam IT, karena menganggap ajaran yang dibawa sesat. Dia dianggap sebagai anti Kristus.

"Polisi cepat bawa dia, kalau tidak kami pemuda yang turun tangan," teriak warga.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu berlangsung Selasa (17/3) lalu, sekira pukul 13.00 WIT.

"Bhabinkamtibmas Negeri Amahusu Brigpol Jerry D. Matitaputty melakukan mediasi masalah terkait keresahan warga atas aktifitas yang dilakukan oleh  Ibu IT," kata Kaisupy kepada Kabar Timur, Kamis (19/3).

Rumah ibu rumah tangga berusia 38 tahun ini, lanjut Kaisupy, dikerumuni warga sekitar karena mereka menilai yang bersangkutan telah melaksanakan peribadahan dan penyembuhan yang diduga sesat.

Aktivitas IT telah meresahkan warga di seputaran Gunung Nona RT 004 RW 004 Negeri Amahusu dan RT 002 RW 008 Wara Kelurahan Benteng.

Atas informasi itu, Bhabinkamtibmas bersama sejumlah personel intel Polsek Nusaniwe, bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga sekitar mengunjungi IT.

Di rumah IT yang sekaligus dijadikan tempat peribadatan dan penyembuhan sesat, aparat kepolisian yang mengkonfirmasi informasi yang diterima masyarakat, tidak dijawab oleh yang bersangkutan.

"Karena massa yang berkerumun di seputaran rumah IT cukup banyak sehingga untuk mengantisipasi amukan warga maka Ibu IT dibawa ke Pos Polisi Benteng guna mencari solusi," kata dia.

IT digelandang ke Pos Polisi Benteng bersama sejumlah barang bawaannya yakni 5 lembar beserta nama identitas dibalik foto tersebut, bungkusan tisu berisi uang Rp. 150.000 yang dibungkus bersama 2 buah kelereng warna putih dan putih tranparan berserta butiran beras padi.

"Ada juga amplop berisi uang koin dan uang kertas berserta nama identitas orang, 2 tas pelastik berisikan ampas kayu dan kertas berisikan nama nama orang," ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, warga mengeluarkan pernyataan sikap sesuai keputusan ketua RT, beserta warga meminta IT segera keluar dari lingkungan tempat tinggalnya. Ini dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

"Ketua RT dan pihak lain beserta warga membuat surat pernyataan sikap bahwa tidak ingin atau menolak Ibu IT untuk tinggal di RT tersebut," kata Kaisupy.

Atas permintaan itu, IT juga membuat surat pernyataan bahwa dia tidak keberatan untuk keluar dari lingkungan maupun RT dimaksud.

"Ibu IT bersedia kembali ke kampungnya di Pulau Seram dalam waktu secapatnya serta tidak kembali ke rumahnya yang berada di Gunung Nona. Dia akan menunggu keluarga yang akan datang menjemputnya," jelasnya.

Berdasarkan kesepakatan bersama, proses mediasi antara warga dan IT yang disaksikan polisi berjalan aman lancar.

(KTC)

Komentar

Loading...