KABARTIMURNEWS.COM.AMBON- Kepala Cabang PT. Pelni Cabang Ambon, Samto menyesalkan aksi demonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku di kantor BUMN ini, Rabu, berakhir anarkis karena terjadi bentrok dengan personel Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
“Saya sebenarnya memiliki niat baik untuk menerima para demonstran dengan menawarkan 10 orang berdialog. Namun, maunya 15 orang di ruangan kerja. Hanya saja, tidak terealisasi karena mereka telah bersitegang dengan aparat kepolisian,” kata Samto.
Dia bahkan telah turun ke loket penjualan karcis/tiket dan meminta berdialog secara damai, kendati personel intel polisi telah berkoordinasi bahwa aksi tersebut belum mengantongi izin dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
“Sayangnya para demonstran tidak bisa menahan diri sehingga melempar botol minuman mineral dan dilerai aparat kepolisian, tetapi berakhir dengan anarkis. Bahkan, sejumlah demonstran diamankan,” ujar Samto.
Dia mengemukakan, setelah suasana terkendali masih diajak sejumlah demonstran untuk duduk di kursi di depan loket penjualan karcis agar bisa berdialog. Namun, karena masih menunggu empat koordinator lapangan (korlap) yang diamankan polisi, tiba-tiba personel Polda Maluku datang dan memerintahkan bubar karena aksi tidak memiliki izin resmi.



























