Warga Mardika Ditemukan Tewas Terapung di Laut

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Naas menimpa Yohannis Fentje Batoek. Warga Mardika, Jalan Mutiara, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, ini ditemukan tewas terapung di laut, Sabtu (1/2).

Pria 68 tahun itu ditemukan mengambang di sekitar perairan pelabuhan Enrico Maluku, Jalan Pantai Losari Kecamatan Sirimau, Ambon.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh Wensislaus Cornelis Toanubun, warga Batu Gajah. Saksi kala itu sedang memancing.

Melihat sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, itu saksi sontak terkejut. Dia langsung berteriak jika dirinya melihat mayat.

Teriakan saksi didengar sejumlah buruh harian lepas di pelabuhan tersebut. Mereka kemudian menyampaikan kepada petugas Polsek KPYS yang sedang melaksanakan tugas di Pos Pelabuhan Rakyat Endrico Maluku.

Mendapat laporan itu, dua orang buruh yaitu Fahmi Mahu (38) dan Upi (20), melompat untuk menggiring jenasah ke tepian pelabuhan agar tidak terbawa arus.

"Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Polda Maluku di Tantui untuk tindakan selanjutnya," kata mantan Kapolsek Teluk Ambon ini.

Kaisupy mengatakan, menurut keterangan istri korban Abigael Sanggele (65), kala itu mengira jika suaminya tersebut sedang jalan pagi ataupun sedang ke rumah anaknya di Passo.

Menurut Sanggele, tambah Kaisupy, bahwa sejak pagi dia sudah tidak lagi melihat korban saat terbangun dari tidur.

"Sekitar pukul 05.00 WIT, istri korban bangun untuk memasak makanan warung dan melihat suaminya sudah tidak ada di rumah, namun istrinya beranggapan suaminya sedang jalan pagi," katanya.

Hingga pukul 09.00 WIT, korban yang tak kunjung pulang, membuat istrinya menduga jika dirinya sedang ke rumah anak pertamanya di Passo.

"Istri korban mengaku kalau suaminya sering mengeluhkan sakit kaki. Dia sempat menyarankan kepada suaminya untuk setiap harinya jalan pagi," katanya. (CR1)

Komentar

Loading...