KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun mengungkapkan, ada dua alasan yang menjadi pertimbangan sehingga nama Kabupaten Maluku Tenggara diusulkan untuk diganti menjadi Kabupaten Kepulauan Kei.
“Masyarakata harus paham, kenapa harus ganti nama. Kalau dibilang Maluku Tenggara itu berarti sampai di Tepa, Saumlaki, Larat sampai ke Kei dan Aru. Itu Maluku Tenggara. Setelah dia mekar, itu masih tetap pakai (nama) Maluku Tenggara tetapi penduduknya hanya Kei Besar dan Kei Kecil. Pendiri-pendirinya bilang Maluku Tenggara dari semua ampai ke Aru, jadi alasannya orang kenapa harus konsentrasi di Kei Besar dan Kei Kecil itu yang menjadi alasan pertama untuk kami usulkan pergantian nama,”terang Hanubun kepada awak media di Ambon, Senin (20/1).
Alasan kedua, kata dia selama ini Kei diidentikkan dengan Tual.
Padahal, kata dia, pemerintahan kedua daerah ini berbeda.
Maka dari itu, lanjut Hanubun, dirinya ingin mempopulerkan Langgur sebagai ibukota Kabupaten Kepulauan Kei karena pada dasarnya sampai saat ini Langgur pun belum begitu populer di kalangan umum termasuk di Maluku sendiri.



























