Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Terjadi 20 Konflik Buaya-Manusia di Maluku Sepanjang 2019, Lima Orang Tewas

badge-check


Terjadi 20 Konflik Buaya-Manusia di Maluku Sepanjang 2019, Lima Orang Tewas Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku mencatat sepanjang tahun 2019 kemarin, terjadi 20 kasus konflik buaya dan manusia di Maluku.

Dari jumlah kasus konflik antara hewan karnivora dengan manusia ini, mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan enam orang alami luka berat.

“Total konflik buaya dengan manusia sepanjang tahun 2019 di Maluku sebanyak 20 kasus. Dimana dari 20 kasus ini menyebabkan lima orang meninggal dunia dan enam orang alami luka berat,”ungkap Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmady yang dikonfirmasi via seluler Jumat (3/1).

Sementara untuk jumlah buaya yang mati akibat konflik dengan manusia ini tercatat sebanyak delapan ekor. “Untuk buaya yang berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan itu sebanyak tiga ekor,”sambungnya.

Untuk lokasi di Maluku yang paling banyak terjadi kasus konflik buaya dan manusia kata dia mengungkapkan terjadi di Pulau Seram.

Penyebab utamanya ungkapnya adalah terganggunya atau terdegradasinya habitat buaya akibat ulah manusia, baik berupa perubahan tataguna lahan, pemanfaatan sumberdaya alam seperti penambangan pasir di sungai yang menjadi habiyat buaya.

Masih kata Ahmady, konflik buaya yang terjadi ini tidak semuanya menimbulkan korban manusia maupun mengakibatkan matinya buaya. “Karena adakalanya hanya terjadi kemunculan buaya di sungai, di laut atau di rawa-rawa maupun di got,”tandasnya.

Mengingat buaya merupakan salah satu satwa yang dilindungi, dirinya berpesan kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada BKSDA Maluku jika terjadi atau melihat kemunculan buaya yang dapat meresahkan masyarakat.

Kepada pihak terkait terutama Pemda, karena habitat buaya sebagian besar berada di luar kawasan hutan, maka dalam pengembangan pembangunan wilayahnya harus mempertimbangkan dan memperhatikan potensi keanekaragaman hayati. “Mari kita jaga bersama satwa dilindungi tersebut dengan hidup berdampingan tanpa mengganggu dan diganggu,”pungkasnya. (RUZ)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Maluku-Ditjen SDA Perkuat Infrastruktur Air dan Ketahanan Kepulauan

13 Mei 2026 - 02:47 WIT

15 WNA China di Gunung Botak Maluku Terancam Dideportasi

13 Mei 2026 - 02:41 WIT

Trending di Maluku