Sekilas Info

Perombakan Birokrasi Jilid V, Saleh Thio Terlempar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON– Mengawali tahun 2020, birokrasi Pemerintah Provinsi Maluku dirombak. Perombakan birokrasi jilid V ditandai dengan dilantikanya 11 pejabat eselon II atau Pimpinan Tinggi Pratama, 8 pejabat eselon III (administrator) dan 1 pejabat eselon IV (pengawas). Pelantikan 20 pejabat baru ini berlangsung di kantor gubernur Maluku, Ambon, Jumat (3/1) sore.

M. Saleh Thio (eselon IIa) yang sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluki terlempar dari jabatannya. Thio kini menjabat staf ahli gubernur bidang hukum, politik dan pemerintahan.

Sementara, Ismail Usemahu yang sebelumnya Kepala Dinas PUPR kini menempati pos baru sebagai Kepala Dinas Perhubungan Maluku. Kepala Badan Ketahanan Pangan Habiba Saimima dirotasi sebagai Kepala Kesbangpol Maluku. Mantan kepala Dinas Pariwisata ini sudah dua kali berpindah jabatan sejak Gubernur Murad-Wagub Orno memimpin Pemprov Maluku.

Farida Salampessy, Kepala BPBD menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Hendrik Farfar Kepala Biro Hukum dan HAM menjabat Kepala BPBD menggantikan Farida Salampessy.

Martha Magdalena Nanlohy sebagai staf ahli gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM. Mantan Kadis ESDM Maluku ini sebelumnya Kepala Kesbangpol.

Lutfi Rumbia menduduki jabatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan menggantikan Habiba Saimima. Margaretha Emma Elsa Samson, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dirotasi sebagai staf ahli gubernur bidang pembangunan ekonomi dan keuangan.

Hadi Sulaiman, Kepala Biro Umum Setda Maluku menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Poppy Bachmid sebagai Kepala Biro Perbatasan Negara Setda Maluku. Sebelumnya Poppy Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Maluku.

10 pejabat eselon II ini dilantik berdasarkan SK Gubernur Nomor 01 Tahun 2020 tertanggal 2 Januari 2020. Sementara Rosida Soamole menduduki jabatan Inspektur berdasarkan SK Gubernur Nomor 02 tahun 2020 tertanggal 2 Januari 2020. Sebelumnya Kepala Bidang dan Pengawas Pemerintahan Ahli Madya pada Inspektorat.

Delapan pejabat eselon III dan satu pejabat eselon IV dilantik berdasarkan SK gubernur Nomor 03 Tahun 2020 diantaranya Daniel Eduar Indey sebagai Kepala Bidang Mutasi dan Promosi pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku. Sebelumnya Indey menjabat Kepala Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan pada Biro Organisasi Setda.

Berikut Jhon Marcus Hursepuny Kepala Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan pada Biro Organisasi Setda. Husepuny sebelumnya menjabat Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Maluku.

Adecy Ayuba digeser sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD dari pos lamanya Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPR. Posisi yang ditinggal Ayuba diisi Muhammad Marasabessy yang sebelumnya Kabid Rumah Umum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman.

Marisca Laurencia Kakiailatu dari Kepala Seksi Promosi dan Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata pada Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata menempati jabatan baru sebagai Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata.
Helenitha Herlina Nanlohy, Kabag Protokol pada Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda kini menjabat Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil pada Dinas Koperasi dan UKM.

Melkias Lohy menjabat Kepala Bagian Protokol pada Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda. Jabatan sebelumnya Sekretaris Dinas Perhubungan.

Erawan Asikin, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan. Sebelumnya Kabid Pengembangan Kelembagaan Pariwisata pada Dinas Pariwisata.

Endah Wijiastuti sebagai Kepala Sub Bagian Pengendalian Pembangunan Sosial Budaya pada Bagian Pengendalian Pembangunan Biro Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa Setda Maluku.

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya mengatakan, dua tujuan dari penataan birokrasi ini, yaitu dari aspek organisatoris betujuan untuk memperkuat organsasi, dan dari sisi pengembangan SDM diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme aparatur.

Penataan briorkrasi ini, menurutnya akan terus dilakukan untuk mendapatkan struktur birokrasi Pemprov Maluku yang ideal, profesional dan diisi oleh orang-orang yang tepat, serta memiliki integritas dan kapasitas yang kuat serta profesional.

"Sebagai ASN harus siap dengan tugas yang dibuat di manapun kita ditempatkan. Kata kuncinya adalah cintai tugas dan tanggungjawab yang diberikan, maka Insya Allah, saudara-sausara akan menjadi aparatur yang sukses dan mampu membawa kesmalahatan bagi masyatakat di Maluku," tuturnya.

Bagi pejabat yang baru diilantik, Murad meminta segera menyesuaikan diri dan mempelajari tupoksi dari jabatan yang baru dipercayai. "Cintailah pekerjaan dan jabatan saudara, maka saya yakin saudara akan mampu menunjukan kinerja dan prestasi yang hebat," tegas mantan Dankor Brimob Polri ini.

Untuk posisi jabatan eselon II yang kosong pasca dirotasinya sejumlah pejabat, dalam waktu dekat akan diisi oleh pelaksana tugas. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga