Sekilas Info

BBM Sering Langka, Ini Kata Pertamina

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Pihak Pertamina Ambon, mengakui bahan bakar minyak atau BBM jenis solar dan premium sering mengalami kelangkaan karena kuota terbatas dan konsumsi melebihi kuota.

''Selama ini sering terjadi kelangkaan karena konsumsi BBM melebihi kuota. Kuota BBM kita terbatas,''kata Kepala Pertmaina Cabang Ambon, Wira Pratama ketika rapat dengan Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Rabu kemarin.

Dia mengaku, selama ini Pertamina dijatahi BBM, 51 ribu lebih kilo liter dari Badan Pengatur Kegiatan ‎Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Akibatnya, kata dia, konsumsi BBM biasanya melebihi kuota, sehingga Pertamina sering ditegur BPH Migas.''Jatah kuota kita 15 ribu kilo liter. Biasanya konsumsi BBM hingga 53 kilo liter. Kita sudah over 2 kilo liter sehingga ditegur,''jelasnya.

Padahal, ingat dia, sejumlah provinsi BBM-nya over kuota , sehingga tidak pernah terjadi kelangkaan BBM.''Saya pernah bertugas di Jawa dan Gorontalo. Disana over kuota. Tidak ada kelangkaan. Khan regulator itu Pempus,''sebutnya.

Untuk mengajukan permintaan penambahan kuota, dia berharap, Komisi II ikut memperjuangkan penambahan kuota BBM di BPH Migas.''Nah, kalau kuota ditambah tentu tidak lagi terjadi kelangkaan BBM,''harapnya.

Tak hanya itu, dia berharap, Pemerintah Kabupaten/Kota menertibkan para pengecer BBM, sehingga tidak lagi terjadi kelangkaan.''Harus diatur. Radius berapa dari SPBU pengecer menjual BBM. Kami minta Pemda menertibkan,''harapnya.

Anggota Komisi II, Azis Hentihu mengatakan, selama ini ada kendala di sejumlah SPBU, melayani konsumen.''Ada SPBU yang sering tutup. Saya tidak tahu kendalanya seperti apa sehingga sering tutup. Ini yang harus dijelaskan Pertamina,''tanya dia.

Tak hanya itu, politisi PPP dari Buru dan Bursel, mengaku, salah satu SPBU di Kota Namlea, Kabupaten Buru, main dengan perusahaan penambang suplai BBM di lokasi pertambangan.''Informasinya BBM itu tidak dijual ke masyarakat, tapi dibawah ke lokasi penambangan. Nah, Pertmaina harus menertibkan persoalan ini. Jangan sampai BBM langka karena penyalurannya tidak betul,''bebernya,

Dia juga mengaku, para nelayan disejumlah wilayah di Buru, selama ini kesulitan mendapat BBM untuk melaut.''Ini mesti menjadi perhatian Pertmaina dan instansi terkait. Kasihan para nelayan tidak melaut menangkap karena BBM terbatas. Padahal potensi perikanan disana sangat potensial,''terangnya. (KTM)

Penulis:

Baca Juga