Sekilas Info

Korban Gempa 6,8 SR Bertambah Jadi 18 Orang

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Data korban jiwa akibat bencana alam gempa bumi berkekuatan 6,8 SR yang landa Pulau Ambon dan Pulau Seram terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPBD Provinsi Maluku, jumlah korban jiwa menjadi 18 orang.

Diantaranya 3 orang di Batu Kuda Tial korban, 6 orang meninggal dunia di Desa Liang yakni Halimah Samual, La Na'i, Wa Ona, Anisa Maruapey, Hamid Laisou dan cucunya Hasan Laisou.

3 orang meninggal dunia di Desa Waai yakni Tine Tuasela, Semi Kadidu dan Minggus Souhoka.

3 orang meninggal dunia di Waisamu, kabupaten Seram Bagian Barat an. Hj. Sansia, Aditya dan Johan.

Bayi (Gabriel) Nanlohi di Lembah Argo, Passo, Narti Rota pegawai rektorat IAIN Ambon, dan Matheis Frans di Kota Ambon.

"Total korban meninggal dunia akibat Gempa Bumi 6.8 SR sebanyak 18 orang,"ujar Kepala BPBD Maluku, Farida Salampessy melalui siaran persnya yang diterima Kabar Timur Kamis malam.

Sementara data korban luka-luka ungkap Salampessy ssbanyak 6 orang luka ringan di Kampung Iha Desa Liang, kurang lebih 100 orang luka-luka akibat gempa di Desa Liang, 1 orang luka berat di Desa Waisama Kabupaten Seram Bagian Barat atas nama Jono.

Data kerusakan rumah dan Sarpras bebernya 1. Dusun Tanah Merah, Negeri Liang (Kab. Malteng), 20 unit Rumah rusak sedang, 8 unit rumah rusak berat, 1 buah bengkel, Kampung Iha, Desa Liang (Kab. Malteng), 25 unit rumah rusak sedang hingga berat (sementara proses identifikasi), 1 unit masjid rusak ringan, pagar masjid rusak berat, sekolah MTs 3 ruang belajar mengalami rusak ringan, 1 unit MCK rusak ringan, tempat Pengungsian berada pada 3 titik (Lahan Kosong dan Masjid, Dusun Waihula , Desa Liang (Kab. Malteng) 7 unit Rumah Rusak Total, dan 5 unit rumah rusak sedang
(Mengungsi di sekitar rumah, tempat yang aman).

"Belum termasuk kerusakan rumah di Dusun Wainuru Desa Liang(Kab. Malteng), belum termasuk kerusakan rumah di dusun tanah merah, negeri Liang(Kab. Malteng), kerusakan pada Tower Lonceng Gereja Silo (Kota Ambon) .

"Pengungsi diperkirakan kurang lebih 2.000 jiwa,"tandasnya.

Sementara berdasarkan penelusuran Kabar Timur, terdapat korban jiwa lainnya diduga akibat gempa.

Yakni bayi berusia lima bulan bernama Azana yang merupakan warga Jalan Baru, Messi Letlora warga SKIP, Zainal Boing, Aisyah dan Hamid warga Tenga-Tenga, Hj. Jahia Warga Silale. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga