Polisi Kantongi Identitas Penyerang Rumahtiga 

ist

AMBON - Polisi masih menyelidiki kasus penyerangan disertai penganiayaan, perusakan, dan pencurian di pemukiman warga di Pasar Desa Rumahtiga Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Namun polisi telah mengantongi 18 orang pelaku penyerangan pada Senin (9/9) dinihari itu. Penyerangan dilakukan sekelompok warga asal salah satu desa di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Pelaku merusak 9 rumah warga, dua unit mobil dan sejumlah sepeda motor.

“Masih dalam penyelidikan. Belum ada tersangka. 8 orang yang kami amankan kemarin masih sebatas saksi. Tapi sebanyak 18 nama pelaku sudah kami ketahui,” ungkap Kapolsek Teluk Ambon Ipda Yazie kepada Kabar Timur, Selasa (10/9).

Yazie mengatakan, kasus penyerangan berawal dari acara pesta syukuran akiqah. Pesta joget digelar di salah satu rumah warga di Desa Rumahtiga. Dari pesta yang tidak memiliki ijin keramaian itu, terjadi perkelahian hingga merembet luas. 

“Sejumlah saksi sudah kami periksa. Dan para pelaku penyerangan masih dikejar,” terangnya.

Berikut nama-nama korban dari aksi penyerangan berujung penganiayaan, pengrusakan dan pencurian di Desa Rumahtiga: Nurhayati Sopamena (20), korban penganiayaan dan pengrusakan, Musbicin (54), korban perusakan jendela dan kas pakaian, Sugyarto (45), korban perusakan 3 unit gerobak dan sepeda motor Honda Megapro. Abdul Basir Sia Abel (56), korban perusakan jendela dan televisi. 

Ani Sinta (62), korban perusakan jendela rumah dan kaca mobil Honda Jazz beserta satu sepeda motor, M. Iqbal (34), korban perusakan jendela rumah dan sepeda motor Yamaha Mio Soul, Abdul Salam (51), korban perusakan mobil Avanza dan Huala Polanunu (65), korban perusakan dan pencurian kios miliknya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan orang tak dikenal (OTK) diduga menyerang kawasan Pasar Negeri Rumahtiga Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Senin (9/9) pukul 01.30 WIT. Sejumlah warga dianiaya, disertai perusakan beberapa rumah dan kendaraan yang terparkir di lokasi kejadian. 

Selain penganiayaan dan perusakan, massa yang diketahui berasal dari salah satu desa di jasirah Leihitu ini juga melakukan aksi pencurian di sejumlah toko dan rumah warga sekitar. 

Berdasarkan keterangan Hasanudin Manilet, kata Yazie, saat itu dirinya menegur Rudy Makatita, setelah melihat sepeda motornya dirusak massa. Pria 59 tahun ini meminta Rudy untuk menegur mereka. Rudy meminta pelaku menghentikan aksinya.

“Hasanudin dan Rudi berasal dari daerah yang sama. Mereka menggunakan bahasa daerah. Korban meminta agar motornya tidak dirusak. Lalu Rudi menyampaikan kepada pelaku untuk menghentikan aksi mereka merusak motor, para pelaku lalu pergi,” katanya.

Saksi lainnya Atika Manilet menjelaskan, melihat sekitar 20 orang yang tidak dikenal. Para pelaku datang menggunakan kayu dan batu. Puluhan orang ini terlihat mengamuk, merusak rumah warga. Ibu rumah tangga berusia 42 tahun ini juga menjadi korban penganiayaan. “Saksi melihat para pelaku merusak rumah dan kendaraan milik warga. Saksi tidak mengenal mereka,” ujarnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga