AMBON – Perusahaan asuransi syariah diharapkan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang asuransi kepada masyarakat di Maluku.
Sosialisasi dan edukasi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang konsep asuransi syariah.
“Sosialiasasi sangat penting dilakukan bagi para perusahaan asuransi syariah. Sebab, dengan begitu, dapat mendorong pangsa pasar industri di Indonesia, serta dapat membantu masyarakat Maluku mengenal lebih jauh asuransi syariah,” kata Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutan tertulisnya dibacakan Kepala Dinas Sosial Maluku, Sartono Pinning saat membuka talkshow asuransi syariah di Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Kamis (5/9).
Talkshow digelar oleh Masyarakat ekonomi Syariah (MES) Maluku bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku. Gubernur mengatakan, merujuk data OJK, perusahsan asuransi syariah per Agustus 201, tercatat memiliki aset sebesar Rp42,067 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2017 Rp 36,276 triliun.
“Harus diakui, bahwa pangsa pasar asuransi syariah telah mencapai angka 14,99 Persen, dari keseluruhan total pangsa pasar asuransi di Indonesia. Namun, mengapa saya tekankan harus dilakukan sosialisasi, karena tingkat literasi dan inklusi syariah berturut-turut baru sebesar 1,92 persen,” jelas Gubernur.



























