Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Warga Citraland Mengeluh Sampah & Air Bersih

badge-check


Warga Citraland Mengeluh Sampah & Air Bersih Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Tinggal di perumahan mewah dan bergengsi, tidak selamanya mendapat fasilitas dan sarana prasarana yang memadai. Warga di pemukiman elite itu mengeluh ketersediaan air bersih hingga penanganan sampah yang buruk.

Ini terjadi di perumahan bergengsi Citraland, di Kelurahan Lateri, Kota Ambon. Selain persoalan air bersih dan sampah, sekitar 400-an kepala keluarga  yang mendiami perumahan itu, merasa sering diperas dengan alasan yang tidak jelas.

‘’Itu yang kami alami selama ini di Citraland. Ada perbuatan melawan hukum,’’kata salah satu warga Citraland, ketika bertemu Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw, kemarin.

Warga yang enggan namanya diwartakan memaparkan, selama ini mereka mengeluh pasokan air bersih dari pihak manajemen Citraland.  Air bersih yang dipasok mengandung unsur logam. ‘’Ada warga rambutnya gugur, sering gatal-gatal, bahkan, baju yang dicuci mengeras,’’paparnya.

Dia mengaku, warga sudah komplain ke pihak manajemen perumahan itu, namun tidak digubris. ‘’Pihak manajemen berdalih kalau kualitas air bersih sudah diuji, tidak ada unsur logam. Kita minta dewan pakai institusi  resmi melakukan pengujian agar ada data pembanding. Apakah, betul air bersih itu ada unsur logam atau tidak,’’harapnya.

Selain air bersih, kata dia, penanganan sampah di Citraland, mengecewakan. Selama ini sampah tidak diangkut ke tempat pembuangan akhir. Namun, sampah warga hanya ditampung dilokasi tertentu di wilayah pemukiman, kemudian dibakar.’’Ini menganggu warga, sehingga berdampak ekologis’’kesalnya.

Padahal, terang dia, instansi terkait, merekomendasikan agar sampah tidak dibuang atau dibakar dilokasi perumahan.’’Itu isi rekomendasi analisa dampak lingkungan. Tapi, nyatanya sampah dibuang dan dibakar di lokasi perumahan,’’tegasnya.

Ironisnya, sebut dia, lokasi sampah yang dibakar, berdekatan dengan sumur bor yang dibangun pihak Citraland.’’Sampah yang didominasi plastik yang di buang tentu limbahnya diserap masuk di sumur bor dan membahayakan,’’jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, warga sering mengeluh tagihan pihak manajemen yang tidak rasional. Dia mencontohkan, iuran keamanan, sampah dan lingkungan biasanya ditagih berfariasi. ‘’Air bersih kita ditagih tidak rasional. Kita pakai 3 kubik air, ditagih 10 kubik. Tagihan sampah dikenai 10 persen. Tapi, bayar iuran sampah di Pemkot pakai nama Citraland. Ada warga yang ingin merenovasi atau menambah rumah yang dibeli, harus setor  Rp 10 juta,’’bebernya.

Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw mengatakan, keluhan warga Citraland akan disikapi serius.’’Kita akan kawal keluhan warga hingga ada solusi,’’kata Rahakbauw.

Dia berjanji, meski komisi terkait belum merespon secara baik, keluhan warga, dia pastikan anggota DPRD Maluku, yang akan dilantik menuntaskan keluhan warga.’’Saya pastikan pimpin komisi B agar persoalan ini diselesaikan,’’tandasnya.

Tak hanya itu, politisi Golkar dari dapil Kota Ambon ini, akan berkordinasi mengundang pihak DInas Kesehatan menguji kualitas air bersih di Citraland agar ada data pembanding, apakah benar air bersih mengandung unsur logam atau tidak,’’paparnya.

Rahakbauw berjanji, menggandeng komisi B mendatangi PT Podomoro, yang mewadahi Citraland. ‘’Saya pernah pimpin Komisi A, selesaikan masalah lahan di Citraland. Saya tahu betul orang di kantor pusat di Jakarta. Kita cari solusi agar warga dan pengembang tidak dirugikan,’’pungkasnya. (KTM)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku