Sekilas Info

Gubernur Tegaskan Tahun 2020 Masalah Kelistrikan di Maluku Tuntas

Gubernur Maluku, Murad Ismail

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON- GUBERNUR Maluku, Murad Ismail menegaskan di tahun 2020 mendatang, persoalan kelistrikan di Maluku sudah selesai.

Penegasan Gubernur ini menindaklanjuti statement Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae dalam sambutannya, pada rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Maluku, dalam rangka memperingati HUT Provinsi Maluku ke-74 di gedung DPRD Maluku, Karang Panjang, Senin (19/8), yang mengungkapkan masih terdapat sejumlah daerah yang belum terjangkau listrik.

Yang mana Edwin juga menyentil, 74 tahun Provinsi Maluku, namum masyarakat di desa/ negeri masih hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.

Menanggapi pernyataan itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail mengungkapkan, pasca dilantik sebagai Gubernur, dirinya langsung menemui Menteri ESDM, Iqnasius Jonan guna mempertanyakan persoalan kelistrikan di bumi seribu pulau ini.

“Setelah saya terpilih sebagai Gubernur, saya memghadap Menteri ESDM, saya mempertanyakan listrik di Maluku kapan selesai, dan beliau mengatakan 2021 atau 2022 baru bisa selesai. Saya katakan tidak bisa, di tahun 2020 listrik di Maluku sudah harus selesai,” ujarnya langsung menjawab pernyataan Huwae.

Selain itu, jelasnya beberapa waktu lalu General Manager dari PLN datang menghadapnya, yang mengutarakan akhir 2019, PLN sudah tersebar di 11 kabupaten/kota.

Namun, diakuinya dalam pelaksanaan dilapangan, terkhhsusnya kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), masih terkendala soal lahan.

“Yang ada masalah di SBB, bahwa ada lahan yang sudah dibeli oleh PLN sebesar 2 hektar, disaksikan Bupati dan Kapolres. PLN mau bangun namun terkendala lahan karena masalah keluarga dengan keluarga. Saya perintahkan Bupati dan Kapolres untuk segera memyelesaikan persoalan itu,”pintanya.

Dirinya berharap, di akhir 2019 PLN sudah masuk ke seluruh kabupaten/kota, sehingga di tahun 2020 persoalan kelistrikan sudah bisa diselesaikan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Fauzan Chatib, mengutarakan dari 1198 desa, masih ada kurang lebih 282 desa di Maluku, sampai saat ini belum menikmati listrik.

282 desa tersebut tersebar hampir merata di seluruh kabupaten/kota, terutama di daerah terpencil, tertinggal dan terdepan, yakni di kabupaten kepulauan aru. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga