Sekilas Info

Warga Hila Siap Sukseskan Jambore PA 21 

Rafsanjani Ely

AMBON - Jambore Pencinta Alam (PA) Provinsi Maluku ke-21 dilaksanakan di Bumi “Ulihalawang” Negeri Hila Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat tokoh adat dan masyarakat negeri Hila. 

Kedatangan ratusan PA yang tersebar dari 11 kabupaten/kota di Maluku itu disambut tokoh adat, pemerintah kecamatan dan pemerintah negeri. 

Kepala camat Leihitu Amin Sopaliuw, Pjs Hila Abdul Latif Anjarang ikut menyambut peserta PA diiringi tifa totobuang dan tarian adat cakalele hu’ul negeri Hila. 

Penjabat Negeri Hila, Abdul Latif Anjarang memuji kinerja panitia yang sudah berusaha keras menjadikan Hila sebagai lokasi dilaksanakannya Jambore PA tingkat Provinsi Maluku.

Tentunya, dengan ditetapkannya Hila sebagai lokasi event ini, secara tidak langsung panitia yang adalah Pecinta Alam Hila (Palahi) sudah mempromosikan Hila dimata ratusan anak alam itu, terutama promosi sejumlah situs bangunan sejarah yakni Benteng Amterdam, Gereja Tua Imanuel dan Mesjid Tua Wapaue.

“Ini cara tersendiri Palahi Hila mempromosikan situs bangunan bersejarah di Hila diantaranya benteng amsterdam, gereja tua imanuel dan mesjid tua wapaue di Kaitetu. Jadi saya harapkan masyarakat negeri Hila turut membantu sukseskan kegiatan ini,” kata  Anjarang saat memberikan sambutan pada pembukaan jambore PA Maluku di pelataran rumah tua Ollong Hila, Selasa (13/8).

Camat Leihitu Amin Sopaliuw mengatakan, pengetahuan PA pada pelaksanaan Jambore merupakan wahana yang tepat untuk menumbuhkembangkan generasi Maluku yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai persatuan bangsa.

Untuk itu, diimbau kepada seluruh masyarakat Leihitu agar bisa menjaga keamanan dalam peleksanaan jambore 13-18 Agustus 2019.

“Kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat dan juga alam. Dengan kegiatan ini, sudah pasti akan membentuk pemuda yang berkarakter yang sesuai dengan nilai-nilai persatuan bangsa. Untuk itu, saya ajak seluruh masyarakat Leihitu agar turut membantu dan mensukseskan kegiatan dimaksud,” pintanya

Kapolsek Leihitu, Iptu Djafar Lessy menegaskan, anggapan orang luar bahwa kamtibmas di wilayah hukum Leihitu tidak aman itu tidak benar. “Ada penilaian kamtimbms di Leihitu tidak baik, itu tidak benar. Kamtibmas Leihitu baik-baik saja. Tapi mau lebih baik lagi, semua tergantung kesadaran masyarakat leihitu,” katanya.

Selama kegiatan ini, keamanan di lokasi Jambore menjadi perhatian aparat kepolisian Leihitu. 

Ketua Panitia, Ali Ridha Bugis menyebutkan, ratusan anak PA terdiri dari 45 komunitas PA yang tersebar di Maluku. Kegiatan dengan tema meningkatkan eksistensi dan prestasi generasi advokasi lingkungan ini akan dilaksanakan selama enam hari. Materi dan kegiatan semua berkaitan dengan alam.

“Ada sekitar 400 sampai 500 orang yang hadiri kegiatan ini. Selain kita gelar kegiatan sapu gunung tuna, bersih-bersih tempat ibadah dan kegiatan alam lainnya, kita juga akan mempromosikan wisata sejarah benteng amsterdam, geraja tua dan mesjid tua,” kata dia. (MG3)

Penulis:

Baca Juga