KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolf Bormasa, hanya terdiam setelah membaca pesan Whatsapp terkait penanganan kasus dugaan korupsi dana DAK Afirmasi tahun 2018.
Di hari yang sama Rabu (24/7), Kabar Timur menyambangi Markas Polres Kepulauan Aru di Kota Dobo. Tujuannya untuk membuktikan apa benar perkara yang diduga melibatkan Bupati Aru tersebut sedang ditangani pihaknya atau tidak.
Di Markas Polres Aru, Kabar Timur melapor di Pos penjagaan sekira pukul 11.00 WIT. Terdapat 3 orang anggota Polres Aru. Mereka mengaku jika komandannya itu sedang berangkat menjalankan tugas di Ambon.
Kabar Timur lalu menanyakan keberadaan Kasat Reskrim Polres Aru. Sebab, kasus dugaan korupsi anggaran senilai Rp15 miliar lebih itu, kabarnya ditangani penyidik unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reskrim Aru.
Satu dari tiga anggota yang memakai pakaian preman itu kemudian mengaku Kasat Reskrim baru tiba. Mereka mempersilahkan Kabar Timur untuk langsung bertanya di ruang penyidikan.
Sebelum menuju ruang Kasat Reskrim, Kabar Timur terlebih dahulu ingin menemui Wakil Kepala Polres Aru. Saya melapor ke bagian Keu. Terdapat tiga anggota. Salah satunya perwira berpangkat Ipda. Oleh perwira itu meminta mengecek komandannya tersebut. Saat pintu ruangan Wakapolres diketuk dan dibuka, ternyata terkunci.
“Bapak sedang keluar,” kata anggota berpangkat Bripda itu kepada Kabar Timur.
Tak berhasil menemui Wakapolres, Kabar Timur lalu menuju ruang Satreskrim. Terdapat tiga orang penyidik berpakaian preman. “Oh komandan baru tiba. Besok aja baru datang,” kata satu dari tiga anggota tersebut.
Sebelum meninggalkan Markas Polres Aru, Kabar Timur menghubungi Kapolres yang diketahui berada di luar daerah. “Saya masih rapat,” kata Kapolres singkat sambil menutup sambungan teleponnya.
Sekitar pukul 14.29 WIT, Kabar Timur melayangkan pesan berisi penanganan kasus tersebut. “Siang komandan. Maaf sdh mengganggu wkt bapak. Pak bt skrng ada di Dobo. Tadi bt ke pa pung kantor tapi katanya komandan masih berangkat. Pa bt dapa info kalau pa dong ada lidik kasus dugaan korupsi dana DAK Afirmasi tahun 2018. Apa benar pak. Hormat.”
Pesan tersebut telah dibaca. Ini diketahui dari centang berubah berwarna biru. Hingga malam pukul 19.14 WIT, Kabar Timur kembali melayangkan pesan “Malam komandan. Bt bisa telepon par tanya kasus dugaan Korupsi DAK Afirmasi tahun 2018? Hormat.”
Kedua pesan itu sudah terbaca, namun hingga pukul 21.00 WIT, pesan yang dilayangkan Kabar Timur tidak direspon. Belum diketahui pasti alasannya sehingga Kapolres enggan membalas atau berkomentar soal kasus tersebut.



























