KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Lokalisasi Tanjung Batumerah di Kota Ambon dipastikan segera ditutup. Kepastian ditutupnya tempat prostitusi yang telah beroperasi sejak tahun 80-an ini setelah sejumlah pihak, mulai dari tokoh agama, masyarakat hingga instansi terkait menggelar pertemuan.
Tim penutupan segera dibentuk untuk di SK-kan Walikota Ambon Richard Louhenapessy.
Pertemuan dihadiri MUI Ambon, Keuskupan Amboina, GPM Klasis Kota, Pemerintah Desa Batu Merah, TNI, Polri, Kejaksaan dan beberapa SKPD lingkup Pemkot Ambon dipimpin Sekretaris Kota Ambon A. G. Latuheru.
“Pertemuan tadi itu untuk persiapan pembentukan tim (penutupan lokalisasi) supaya nanti berikutnya tim ini yang menangani mulai dari awal sampai akhir, mulai dari persiapan-persiapan. Tim ini namanya dengan istilah bukan penutupan lah, tapi menonaktifkan kegiatan di atas yang terkait dengan prostitusi,” kata Latuheru kepada wartawan melalui telepon genggam.
Ia menegaskan, tim yang akan dibentuk ini khusus untuk penutupan tempat “jajan” lelaki hidung belang ini atau prostitusi. Sementara berbagai tempat usaha seperti restoran, karaoke dan lainnya tetap berjalan seperti biasa.
“Tapi kalau dia punya restoran dan lain-lain berjalan seperti biasa, cuma terkait dengan prostitusi saja yang kita nonaktifkan,” tegasnya.
Dalam pertemuan kemarin, lanjut Latuheru, semua peserta yang hadir setuju praktik prostitusi di lokalisasi Tanjung Batumerah ditutup. Mereka juga mengaku tidak mengetahui adanya praktik pelacuran di lokasi Tanjung Batumerah.
“Semua yang hadir dalam pertemuan koordinatif itu setuju untuk dinonaktifkan, dan tidak tahu kalau selama ini praktik prostitusi yang terjadi di situ,” jelasnya.



























