Sekilas Info

Lima Nama Bersaing Pimpin PDIP Maluku

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Maluku, digelar hari ini. Sejumlah nama digadang-gadang siap bersaing merebut kursi ketua DPD PDIP Maluku yang dijabat Edwin Huwae.

Sumber Kabar Timur di internal DPD PDIP Maluku menyebutkan lima nama siap bersaing di Konferda yang akan memilih ketua DPD PDIP Maluku. Mereka adalah, Murad Ismail (gubernur Maluku), Barnabas Orno (Wagub Maluku), Tagop Soulissa (bupati Buru Selatan), Edwin Huwae (ketua DPRD Maluku) dan Lucky Wattimury (sekretaris DPD PDIP Maluku).

“Sejumlah nama mengemuka di Konferda bersaing dengan Pak Edwin. Informasinya, Pak Barnabas, Pak Tagop, Pak Lucky dan Pak Murad bakal maju memberebutkan ketua DPD PDIP Maluku,” sebut sumber, kemarin.

Lima nama tersebut kabarnya telah diusulkan ke DPP PDI Perjuangan. Konferda akan menyaring para kandidat untuk dipilih sebagai ketua DPD PDIP Maluku. Posisi Edwin menurut sumber untuk kembali memimpin PDIP Maluku, masih kuat karena dukungan internal DPD PDIP Maluku.

“Internal DPD lebih condong mempertahankan Edwin karena sukses mempertahankan perolehan kursi PDIP di Pileg. Ada juga pengurus dan kader partai menginginkan penyegaran di tubuh DPD PDIP Maluku. Kita tunggu saja keputusan akhir di Konferda,” ujar sumber.

Dari lima nama tersebut hanya, Murad Ismail yang kini menjabat Gubernur Maluku, yang bukan kader partai berlambang banteng moncong putih ini. Namun, mantan Dankor Brimob Polri itu enggan menanggapi terlalu jauh rumor itu.

Dia belum memikirkan untuk menjadi pimpinan partai politik di Maluku. Alasannya, dirinya baru menjabat gubernur dan fokus mengimplementasikan visi misi yang diusungnya pada Pilgun Maluku 2018.

“Tidak terpikirkan sama sekali untuk menjadi pimpinan partai. Tidak pernah itu, baik PDI Perjuangan, Golkar dan partai lainnya. Karena saya ingin menjadi bapak, pengayom semua partai,” ujar Murad di kantor Gubernur Maluku, pekan kemarin.

Mantan Kapolda Maluku ini, lebih berkomitmen fokus menjadi dinamisator, stabilisator dan inisiator bagi 11 kabupaten/kota untuk memajukan Maluku. Namun, dia tidak dapat menolak, jika pada akhirnya ada perintah dan penugasan langsung Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum PDIP untuk memimpin PDIP Maluku. Murad mengaku siap dan patuh menjalankan selayaknya prajurit menaati perintah atasan.

“Kalau mencalonkan diri dan dicalonkan saya tidak ada niat, tidak bersedia. Namun kalau akhirnya diperintahkan, ditugaskan dari atas, tentu saya siap. Silahkan terjemahkan sendiri artinya. Sebab itu perintah dan tugas, dan sebagai prajurit kita harus patuh,” tegas Murad. (KT)

Penulis:

Baca Juga