KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kekisruan antara warga di sekitar kawasan tambang emas Gunung Botak kembali terjadi. Warga yang pro penertiban Gunung Botak menggelar rasia. Hasilnya ditemukan 10 titik rendaman di jalur D, Desa Wamsaid, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru. Beruntung tidak jatuh korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang diterima Kabar Timur, sejumlah warga yang menginginkan kawasan tambang emas dikelola secara profesional, melakukan swiping yang dipimpin Umar Nurlatu pada akhir pekan kemarin.
“Penggeerbekan itu di pimpin bapak haji Umar Nurlatu dan sejumlah warga adat lainnya yang pro dengan penertiban gunung botak,” kata salah satu warga Namlea kepada Kabar Timur, Senin (17/6).
Menurutnya, sejumlah warga yang menginginkan pengelolaan kawasan pertambangan secara profesional, sehingga tidak merusak lingkungan sekitar terpaksa melakukan swiping, karena masih ditemukan adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (Peti) yang dilakukan penambang ilegal.
“Ada kurang lebih 10 titik rendaman milik penambang ilegal. Di jalur D, Desa Wamsaid,” jelasnya.
Setelah menemukan sejumlah titik rendaman, warga yang menginginkan agar para penambang ilegal tersebut di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.



























