Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Serahkan Kejati Usut KMP Marsela

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Sejumlah pihak diminta tidak kebakaran jenggot menyikapi aksi demo mendesak Kejati Maluku, mengusut dugaan korupsi KMP Marsela. Ini karena tendensi politik lebih tinggi dari hukum.

‘’Satu per satu akan terungkap dengan sendirinya. Ingat kebenaran dapat saja di salahkan tetapi kebenaran tidak pernah dapat dikalahkan,’’kata salah satu anggota DPRD Maluku, Melki Frans, kemarin.

Pernyataan Frans sekaligus menyikapi pernyataan salah satu warga Kabupaten Maluku Maluku Barat Daya, Julian Onal, terkait aksi demo puluhan mahasiswa yang mendesak Kejati Maluku mengusut dugaan korupsi biaya doking dan biaya operasional KMP Marsela yang dikelola BUMD milik Pemda MBD, Jumat, (14/6). “Terkait permasalahan demo yang dikordinir Nus Termas dan kawan-kawan tidak perlu kebakaran jenggot,’’ingatnya.

Frans yang juga Ketua Komisi A ini berharap, semua pihak tenang dan percayakan kepada Kejaksaan untuk bergerak mengusut tudingan para pendemo. “Kejaksaan dengan profesionalitasnya akan bekerja dan pada waktunya akan kita semua menyaksikan siapa yang bersalah dan bertanggungjawab menurut ukuran Hukum, bukan dibenarkan atas pernyataan dan keterangan sendiri,’’imbuhnya.

Politisi Demokrat asal daerah pemilihan MBD-Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini mengaku, mengikuti dan menyimak penjelasan dan informasi-informasi lewat Media Sosial (Medsos). “Semuanya saya anggap itu bagian dari penjelasan politik .Ini agar publik dapat diyakinkan bahwa yang ini bersalah yang ini tidak bersalah. Kasihan ya ! Kalau seperti ini sama degan basudara dari para pihak lagi menggiring masyarakat untuk ada pada pilihan yang berhadap-hadapan karena menuduh yang tidak mendasar,’’tandasnya.

Untuk itu, dia menghimbau kepada warga MBD agar tidak mudah percaya dan terpancing. “Sekali lagi biarlah Kejaksaan yang akan menetapkan siapa yang bersalah dan bertanggungjawab. Atau tidak ada sama sekali yang bersalah,’’terangnya.

Sementara itu, Julian Onal membenarkan Bupati MBD, Benyamin Noach, pernah menjabat sebagai Direktur BUMD MBD sejak 2012 lalu. Namun, kata dia, 2015 lalu Noach mengundurkan diri sebagai direktur BUMD. “Ini karena yang bersangkutan (Noach) masuk sebagai bursa calon Wakil Bupati MBD mendampingi bapak Barnabas Orno sebagai Calon Bupati dalam pilkada MBD,’’jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Kodaeral Ambon Teken Pakta Integritas Transparansi Penerimaan Anggota Baru

14 Januari 2026 - 00:57 WIT

Desak “Presure” BPK Percepat Audit Korupsi PT Gidin Bipolo

12 Januari 2026 - 00:35 WIT

Polresta Ambon Kampanye Damai Jaga Situasi Kondusif

12 Januari 2026 - 00:15 WIT

Megakorupsi Rp 41,5 Miliar di PT Bipolo Gidin Bursel Tunggu “Ketuk Palu” BPK RI

8 Januari 2026 - 21:35 WIT

Waspadai Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter di Perairan Maluku

8 Januari 2026 - 21:10 WIT

Trending di Maluku