KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Gubernur Maluku Murad Ismail mengatakan bahwa dibutuhkan dana sekitar Rp15 miliar untuk menangani gerakan tanah atau longsor di kompleks Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, pada 3 Juni 2019 akibat hujan dengan intensitas tinggi sehingga empat gedung mengalami kerusakan berat.
“Saya perkirakan membutuhkan Rp15 miliar karena dampak longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Maluku pada awal Juni 2019 di kompleks IAIN Ambon tergolong berat,” katanya ketika dikonfirmasi di Ambon, Senin.
Karena itu, Gubernur telah mengarahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Maluku, Ismail Usemahu untuk menghitung kerugian maupun kebutuhan anggaran yang pasti untuk menangani kerusakan di kompleks IAIN Ambon.
“Anggaran yang dibutuhkan untuk menangani kerusakan di kompleks IAIN Ambon itu akan digabungkan dengan dampak banjir dan longsor yang mengakibatkan delapan rumah warga tertimbun dan sejumlah infrastruktur seperti jembatan di ruas jalan Trans Seram amblas atau miring untuk disampaikan ke Kementerian PUPR,” ujarnya.
Gubernur mengemukakan, Dinas PU Maluku bekerja sama dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI (Maluku dan Maluku Utara) telah melakukan penanganan darurat di tiga jembatan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
“Jadi akses jalan Trans Seram yang sempat lumpuh pada 6 – 8 Juni 2019 telah diaktifkan kembali sehingga memperlancar arus balik Idul Fitri 1440 Hijriah dari Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur (SBT) ke dermaga penyeberangan Waipirit di Kabupaten SBB maupun sebaliknya, kendati jembatan Wai Kaka belum bisa dilalui kendaraan dengan kapasitas besar,” katanya.
Delapan unit rumah rusak sedang yang terdiri dari tujuh di Kota Ambon dan satu di Kabupaten SBB segera ditangani Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.



























