Sekilas Info

Hari Ini Puncak Arus Balik

RUZADY ADJIS/KABAR TIMUR
RUZADY ADJIS/KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Libur Idul Fitri 2019 berakhir. Diprediksi sebanyak 15.000 orang akan datang pada arus balik melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Puncaknya diperkirakan hari ini, (12/6).

Puncak arus balik melalui jalur transportasi laut ini disampaikan Jasman, Manager Operasional PT. Pelni (Persero) Cabang Ambon. Menurutnya, belasan ribu orang yang datang ke Ambon sebagaimana data pada arus mudik Lebaran tahun ini.

“Diprediksi akan datang kurang lebih 15.000 orang. Ini sesuai yang keluar saat arus mudik kemarin,” ungkap Jasman kepada wartawan saat memantau arus balik kedatangan KM Tidar di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, kemarin.

Menurutnya, sejak Sabtu (8/6), pergerakan arus balik terpantau belum signifikan. Ini baru akan terlihat hingga 12 Juni 2019.

Selain itu, setelah peringatan cuaca buruk dari BMKG, keberangkatan sejumlah kapal menuju dan keluar dari Ambon ditunda hingga cuaca di laut dinyatakan aman untuk berlayar. “Untuk arus balik dari Surabaya, Makassar dan Bau-Bau belum ada pergerakan. Puncaknya nanti diperkirakan 12 Juni,” jelasnya.

GUNAKAN GARBARATA

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Perhubungan (Menhub) RI Bidang Logistik Multi Moda dan Keselamatan, Cris Kuntandi sambangi Kota Ambon. Dia memantau pelayanan arus balik di Pelabuhan Yos Sudarso, 8 Juni 2019.

Menurutnya, untuk meningkatkan pelayanan keamanan dan kenyamanan penumpang, pelabuhan Yos Sudarso Ambon akan menyediakan Garbarata atau jembatan perjalanan penumpang dari ruang tunggu pelabuhan menuju atas kapal.

Garbarata akan disediakan setelah Cris bertemu direktur utama PT Pelindo 4 Ambon. Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta agar Pelabuhan Yos Sudarso dapat terus ditingkatkan dalam melayani masyarakat atau penumpang transportasi laut.

“Saya sudah komunikasi dengan Dirut Pelindo 4 (Ambon) yang memang mengelola pelabuhan ini. Kita minta pelayanan angkutan penumpang ditingkatkan. Alhamdulilah tahun ini beliau janji akan membangun terminal yang cukup bagus dan dilengkapi garbarata,” jelasnya.

Dengan tersedia garbarata, Cris berharap penumpang akan lebih aman dan nyaman saat naik ke atas kapal. Selain disediakan garbarata, terminal pelabuhan juga difasilitasi pendingin (AC), menata terminal dengan memisahkan ruang antara penumpang, pengantar, barang dan pedagang.

“Saya juga meminta ada keamanannya. Barang-barang itu juga harus ada X ray untuk mendeteksi barangnya seperti apa. Ketika barang itu berbahaya harus ditinggalkan. Ini yang kita coba bangun ke depan,” harapnya.

Prioritas pelayanan pelabuhan, lanjut dia, dilakukan sebelum adanya protes dari masyarakat, khususnya para penumpang. Pihaknya tidak ingin mendengar adanya keluhan warga mengenai sistem pelayanan.

“Kita tidak ingin penumpang atau masyarakat memproters dulu, tapi kita menjemput pelayanan kepada mereka, sehingga kita merasa ketika di beberapa pelabuhan lain sudah cukup bagus mereka pun ingin pelabuhan di Ambon ini lebih representatif,” jelasnya.

Cris mengaku, semua yang dilakukan hanya untuk melayani masyarakat. Sebab, tugas pemerintah adalah bagaimana melayani masyarakat sebaik mungkin. “Habis Lebaran ini mereka (Pelindo) sudah lakukan proses tender untuk pembangunan. Sehingga harapannya tahun depan itu sudah bisa digunakan,” pungkasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga